Peneliti Ekologi Manusia dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Luhkti Katarina. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama.
Peneliti Ekologi Manusia dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Luhkti Katarina. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama. (Ilham Pratama Putra)

Bantaran Sungai di Medan Dipadati Penduduk

banjir
Ilham Pratama Putra • 27 Desember 2018 14:17
Jakarta: Bencana banjir yang kerap terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara disebut bukan hanya karena faktor alam. Bantaran sungai di Kota Medan sudah dipadati penduduk.
 
Peneliti Ekologi Manusia dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Luhkti Katarina mengatakan curah hujan bukan faktor utama terjadinya banjir di Medan. Menurut penelitian yang dilakukannya, banjir muncul karena pinggiran sungai menjadi permukiman penduduk.
 
"Salah satu yang kita perhatikan di Kampung Aur yang merupakan kampung terpadat di kota Medan. Lokasinya ada di pinggiran sungai, pertumbuhan penduduk tak sebanding dengan pengembangan lingkungan," kata Luhkti di Gedung LIPI, Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018.

Baca: Medan Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Kawasan Banjir

Dia mengatakan permukiman warga membuat aliran air tidak lancar. Dalam sebulan Kampung Aur bisa diterjang banjir tiga sampai empat kali dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter.
 
Menurut Lukhti, upaya pemerintah mengatasi banjir di Kampung Aur belum maksimal. "Sudah ada (upaya), seperti pembangunan tanggul. Namun, terpenting adalah revitalisasi sungai, karena sekarang begitu padat," kata Luhkti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?




(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi