Kepala Pelabuhan Sambu Ditangkap karena 'Jatah Preman'

Anwar Sadat Guna 06 November 2018 14:42 WIB
kasus suapott
Kepala Pelabuhan Sambu Ditangkap karena 'Jatah Preman'
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
Batam: Tim gabungan Polda Kepri menangkap Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pulau Sambu, Batam, Kepulauan Riau dalam kasus tindak pidana korupsi. TS ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) saat menerima suap dari Kepala Cabang PT Garuda Mahakam Pratama berinisial ESH.    

Tim gabungan dari Ditreskrimsus dan Ditintelkam Polda Kepri menyita barang bukti uang sebesar USD9.200 (setara Rp136,3 juta) dalam pecahan USD100. "Kepala KSOP Pulau Sambu berinisial TS ditangkap tangan menerima suap dari ESH di Restoran Eat & Eat Food Market, Gandaria City Mall, Jakarta Selatan, Sabtu, 3 November 2018," ungkap Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol S Erlangga, Selasa, 6 November 2018.  

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi pemberian uang dari pihak perusahaan agen pelayaran kepada pihak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pulau Sambu, Batam. PT Garuda Mahakam Pratama memberikan "uang kelancaran" dalam melaksanakan kegiatan keagenannya kepada Kepala KSOP Pulau Sambu Batam sejak TS menjabat pada Agustus 2018.


"Proses pemberian uangnya selalu dilakukan di Jakarta, dan jadwal pemberian uang dilakukan pada setiap akhir bulan. Sedangkan untuk bulan Agustus dan September 2018 telah diberikan," kata Erlangga.

Kronologi OTT

Kasus suap itu akhirnya terungkap, ketika tim gabungan Polda Kepri mendapat informasi bahwa Kepala Cabang PT. Garuda Mahakam Pratama Batam, berinisial ESH Alias E memesan tiket pesawat Garuda Indonesia untuk berangkat ke Jakarta, pada Jumat, 2 November 2018 sekitar pukul 14.40 WIB.

Erlangga mengatakan, ESH berangkat ke Jakarta dengan maksud menemui dan menyerahkan sejumlah uang kepada TS. Tim gabungan Polda Kepri lalu membuntuti sejak mulai keberangkatan dari Batam sampai akhirnya sekitar pukul 19.30 WIB dilakukan OTT di Restoran Eat & Eat Food Market Gandaria City Mall, Jakarta Selatan.

"Dari OTT tersebut telah ditemukan uang sebesar USD9.200 yang disimpan di dalam amplop warna putih dan telah diserahkan oleh Kepala Cabang PT. Garuda Mahakam Pratama kepada Kepala KSOP Pulau Sambu Batam," ujarnya.

Ditreskrimsus Polda Kepri kemudian memeriksa tersangka dan saksi, dalam hal ini penangkap dari tim gabungan Polda Kepri. Tim juga telah menggeledah kantor PT. Garuda Mahakam Pratama dan Kantor KSOP Pulau Sambu, Batam untuk mencari bukti-bukti lain dalam kasus tersebut.

"Polda Kepri telah menetapkan dua orang tersangka, yakni TS dan ESH. Keduanya ditahan di Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut," terang Erlangga.

Adapun barang bukti yang disita dari tersangka TS, yakni tas samping merek Elle warna hitam, handphone merek Samsung Galaxi S6 warna grey beserta kartu, HP merek Blackberry Bold warna putih beserta kartu, dan uang tunai USD9.200, dalam bentuk pecahan USD100.

Sedangkan barang bukti yang disita dari tersangka ESH, yakni tas samping merek Samsonite red warna hitam, HP merek Samsung Galaxi S9 plus warna hitam beserta kartu, HP merek Samsung Galaxi S7 Edge warna hitam beserta kartu SIM, dan boardingpass atas nama tersangka (BTH-JKT).

Pasal yang disangkakan, yakni Pasal 5 Ayat (2), Pasal 11, Pasal 12 Huruf A Atau Huruf B,Pasal 5 Ayat (1) Huruf A Atau Huruf B, Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id