Ilustrasi - ANT
Ilustrasi - ANT (Anwar Sadat Guna)

Pemerintah RI Terus Perkuat Alutsista TNI di Natuna

alutsista tni
Anwar Sadat Guna • 30 Maret 2017 18:39
medcom.id, Batam: Pemerintah Republik Indonesia (RI) berkomitmen memperkuat pertahanan teritori di Natuna, Provinsi Kepri, yang bersebelahan dengan kawasan Laut China Selatan. Pembangunan alutsista dan fasilitas di wilayah itu menjadi prioritas untuk menjaga kedaulatan NKRI. 
 
"Pembangunan alutsista di Natuna saat ini masih berjalan, seperti pembangunan runway yang menjadi bagian dari pembangunan pangkalan militer TNI di Natuna," kata Sekjen Kemenhan Laksamana Madya TNI Widodo, usai menghadiri peresmian KRI Torani-860 dan KRI Lepu-861 di Pelabuhan Batuampar, Batam, Kamis 30 Maret 2017. 
 
Selain runway, ungkap Widodo, pemerintah juga membangun dermaga untuk tempat kapal-kapal TNI sandar. Pembangunan fasilitas alutsista tersebut menjadi satu kesatuan dengan pembangunan pangkalan militer yang dirancang terpadu di kawasan Natuna.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di kawasan pangkalan militer tersebut, TNI juga menyiagakan regu batalyon dari kesatuan TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU). "Penempatan regu batalyon juga terus dipersiapkan, di antaranya satu Batalyon Raider," kata Widodo.
 
Sebelumnya, TNI telah menyiagakan puluhan hingga ratusan personel TNI untuk berjaga-jaga di Natuna. Di antaranya, satu Batalyon Marinir, satu Batalyon Paskhas, dan satu Skuadron penerbang.
 
Jumlah tersebut belum termasuk personel TNI AL yang berada di kapal-kapal perang Indonesia yang rutin melakukan operasi di perairan Natuna. Kapal perang tersebut, di antaranya; KRI Diponegoro, KRI Bung Tomo, KRI Ahmad Yani, KRI Martadinata, dan lainnnya. 
 
Di kawasan pembangunan pangkalan militer di Natuna, tambah Widodo, TNI juga akan membangun hanggar pesawat dan helikopter yang saling terintegrasi. Termasuk pembangunan radar, mess prajurit, dan rumah sakit. 
 
"Pembangunan fasilitas alutsista ini adalah bagian dari upaya pertahanan negara di wilayah terluar NKRI, khususnya di Natuna," kata Widodo. 
 
Sekadar diketahui, potensi ancaman dan gangguan di wilayah Natuna cukup tinggi mengingat wilayah ini berhadapan langsung dengan Laut China Selatan. Dalam beberapa tahun terakhir, situasi di Laut China Selatan memanas. 
 
Kawasan perairan ini menjadi sengketa dan diperebutkan oleh beberapa negara, di antaranya; Tiongkok, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Brunei. Indonesia berkepentingan mengingat perairan itu berhadapan dengan wilayah perairan Natuna. Kawasan Laut Cina Selatan yang disengketakan diperkirakan memiliki cadangan kandungan minyak sebanyak 30 miliar metrik ton dan 16 triliun meter kubik gas. 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif