Lima korban yang terluka yaitu Wahyu, 19, luka tembak di tangan kiri; Ahmad, 22, luka tembak leher kiri; Raja, 26, warga Karang Sari Golf, luka tembak di pinggang kanan; Gunawan, 22, warga Jalan Antariksa, luka tembak betis kanan; dan Fadli, 22, warga Teratai Gang Ikhlas, mengalami luka tembak di tangan kanan.
Gunawan mengaku sempat lari dari lokasi kericuhan. Namun, saat berupaya menyelamatkan diri, oknum anggota TNI malah menembak tepat ke bagian betisnya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Kami sempat lari ke bengkel tapi dikejar juga. Malah betisku ditembak. Masih ada peluru di betis, makanya aku ikat supaya pelurunya enggak lari ke mana-mana," kata Gunawan saat ditemui Metrotvnews.com di RSU Mitra Sejati Medan, Senin malam (15/8/2016).
Selain itu, ada tiga korban lainnya yang mengalami luka-luka dalam insiden itu. Korban luka di antaranya Iman Rizki, 19, warga Jalan Mawar Lingkungan 5, Karang Sari, luka lebam sekujur tubuh; M Syukur Dhalimunte, 55, warga Jalan Antariksa, luka lebam di punggung; dan M Iqbal, 31, warga Jalan Antariksa Gang Cempaka, Sari Rejo, luka lebam sekujur tubuh.
Tak hanya itu, dua wartawan juga tak luput dari aksi kekerasan aparat TNI. Mereka adalah wartawan Tribun Medan, Array A Argus, 28; dan Andri Syafrin, 36, wartawan MNC TV, luka lembam. Selain dianiaya, wartawan yang meliput unjuk rasa di lahan sengketa itu juga mengalami kerugian dimana ponsel dan dompet diambil sementara kamera dirusak.
Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Landasan Udara Soewondo Mayor Jhoni Tarigan membantah adanya penembakan dari jarak dekat yang diduga dilakukan anggota TNI Angkatan Udara di Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia, Medan, Sumatera Utara. Menurut Jhoni, anggota TNI tak membawa senjata saat mengawal unjuk rasa yang berujung ricuh itu.
"Penembakan dari jarak dekat itu tidak ada. Tadi sudah saya cek ke lapangan, tidak ada itu penembakan," kata Mayor Jhoni Tarigan saat dikonfirmasi Metrotvnews.com.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
