Kehidupan anak-anak Orang Rimba di Jambi, Ant - Wahdi Septiawan
Kehidupan anak-anak Orang Rimba di Jambi, Ant - Wahdi Septiawan (Solmi)

Balita Orang Rimba Meninggal karena Hepatitis dan Cacingan

kesehatan anak
Solmi • 10 Agustus 2016 11:42
medcom.id, Jambi: Seorang anak Rimba yang masih berusia lima tahun, Merangkuan, meninggal karena menderita komplikasi penyakit. Ia menderita hepatitis, meningo encepaliti (radang otak), dan anemia berat.
 
Merangkuan meninggal di saat dunia memperingati Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia, 9 Agustus 2016. Merangkuan meninggal setibanya di Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi.
 
Rusli, Fasilitator Kesehatan Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Jambi, mengatakan kondisi Merangkuan kritis saat dibawa dari Muarotebo. Perjalanan memakan waktu tempuh kurang lebih empat jam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setibanya di rumah sakit, Merangkuan dinyatakan meninggal," kata Rusli ditemui di Jambi.
 
Rusli mengatakan Merangkuan merupakan anak dari Bedinding. Ia berasal dari kelompok Mangku Betangkai dan Temenggung Ngadap, di wilayah Sako Tulang Makekal Ilir, dekat kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas, Kabupaten Tebo. 
 
Menurut Rusli, Merangkuan sempat mendapat pengobatan di Puskesmas Pintas dan di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tebo. Namun Merangkuan masih sakit. Rusli dan keluarga lalu melarikan Merangkuan ke RS Raden Mattaher di Kota Jambi.
 
Rusli mengatakan angka kesakitan dan kematian pada komunitas masyarakat adat terpencil Orang Rimba (Suku Anak Dalam, atau dulunya disebut dengan Suku Kubu) di Jambi memang masih tinggi. Penyebabnya, mereka kurang mendapat asupan makanan sehat dan bernutrisi. Kawasan hutan pun semakin berkurang. Padahal hutan merupakan sumber kehidupan Orang Rimba.
 
Merangkuan juga mengalami cacingan. Sehingga tubuhnya tak bisa menyerap nutrisi makanan. Kondisi itu mengakibatkan daya tahan tubuh melemah. Sehingga Merangkuan rentan tertular penyakit, seperti hepatitis dan peradangan pada otak.
 
Rusli pun berharap pemerintah melakukan tindakan konkret untuk menangani kesehatan Orang Rimba. Misalnya menyosialisasikan hidup sehat dan pengobatan massal pada mereka.
 
"Juga melakukan pemberian vaksin dasar pada setiap Orang Rimba terutama kelompok rentan seperti anak-anak," harap Rusli.
 
Rusli membeberkan hasil studi Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman bekerjasama dengan komunitas Konservasi Indonesia Warsi memperlihatkan prevalensi Hepatitis B sebesar 33.9 persen pada Orang Rimba.
 
Hal ini menunjukkan empat dari 10 Orang Rimba atau lebih dari sepertiga populasi orang Rimba mengidap penyakit hepatitis B.
 
Penyakit yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB), anggota famili hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kasus dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati.
 
Kondisi kesehatan Orang Rimba belakangan memang semakin memburuk. Ruang jelajah mereka semakin sempit.
 
"Lantaran itu, kami berharap pemerintah juga melindungi kawasan hidup Orang Rimba dengan mempertahankan kawasan hutan tersisa," kata Rusli.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif