Hal ini diketahui dari salah satu Wali Murid, Endang saat dihubungi oleh Metrotvnews.com, Selasa, 6 Juni 2017.
Menurut Endang, masuk ke sekolah negeri unggulan itu seperti persaingan bisnis yang memperebutkan tempat dengan modal (uang) yang besar. Berbeda dengan dahulu dimana masuk sekolah negeri unggulan hanya mengandalkan kepintaran.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Sekarang sulit sekali, untuk rayon sendiri saja sulit apalahi untuk lintas rayon," katanya.
Hal seperti ini dialami oleh putrinya yang mencoba masuk SMA Negeri 1 Palembang. Diakuinya, ia sudah beberapa kali ditawarkan masuk dengan cara menggunakan uang. Namun, ia tetap memilih untuk bersaing secara biasanya.
"Meski belum pendaftaran tapi saya sering menerima tawaran dari guru untuk menempa satu kursi di SMA Negeri 1 Palembang dengan membayar sekitar Rp 4 juta," ujarnya.
Untuk pendaftarannya SMA Negeri 1 Palembang, itu nantinya dibuka serentak pada 19 Juni mendatang baik secara online maupun tertulis.
"Anak saya itu pake jalur biasa jadi ketar-ketir juga," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Palembang, Nasrun Bani membantah jika adanya jalur khusus penerimaan siswa, apalagi menggunakan uang.
Ia menjelaskan, penerimaan siswa baru ini tidak ada perubahan sama seperti tahun sebelumnya, pihak sekolah pun tidak mengambil atau meminta uang sepeser pun saat penerimaan
"Jadi kami jamin penerimaan ini murni, baik yang unggulan maupun reguler," katanyam
Untuk penerimaan tahun ini, ada dua kali seleksi. Dimana yang pertama itu seleksi penerimaan untuk siswa unggulan, sedangkan yang kedua seleksi penerimaan siswa reguler.
"Kalau seleksi unggulan itu sudah pada April lalu kalau seleksi reguler pada 3 Juli mendatang," katanya.
Nantinya untuk Masa Pengenalan Lingkup Sekolah (MPLS) itu dilakukan pada 17 Juli mendatang.
"Untuk kurikulum di tahun ajaran baru ini tidak ada perubahan masih menggunakan kurikulum tahun 2013," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
