Kepala Subbid Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, tabrakan beruntun melibatkan bus CV Makmur, bus Pembangunan Semesta (Permesta), dan bus Antar Lintas Sumatera (ALS).
Kejadian berawal saat bus CV Makmur bernomor polisi BK 7186 DE yang dikemudikan Candra Nainggolan melaju dari arah Medan menuju Kota Pinang mendahului mobil tanki. Namun, saat di Jalinsum km 320-321 Medan-Kota Pinang, tepatnya di Desa Perkebunan Perlabian, Kecamatan Kp Rakyat, bus oleng.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Seketika bus Makmur menabrak bus Permesta bernomor polisi BK 7732 DG yang datang dari arah berlawanan. Tak berhent di situ, bus Makmur kembali oleng ke kanan lalu menabrak bus ALS bernomor polisi BK 7941 DG yang dikemudikan Ridwan Matondang. Bus itu sebelumnya berada di belakang bus Permesta.
Akibat insiden itu, empat orang meninggal di tempat kejadian dan 3 orang lainnya meninggal di rumah sakit. Sementara, tujuh penumpang lainnya menderita luka berat dan 22 orang lainnya luka ringan.
"Kami masih melakukan penyelidikan. Petugas sudah mengamankan sopir bus Makmur dan ALS. Tapi sopir bus Pembangunan Semesta melarikan diri. Kami masih melakukan pencarian terhadap sopir juga mendata para korban," kata AKBP MP Nainggolan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
