Namun, polisi enggan mengungkap ciri-ciri pelaku. "Kita khawatir pelaku akan semakin menjauh," kata Kapolrestabes Medan Kombes Sandi Nugroho, Kamis (19/1/2017).
Polisi juga belum mau mengungkap peluru jenis apa yang digunakan untuk membunuh Kuna. Padahal, proyektil yang bersarang di dada Kuna sudah dikeluarkan tim Labfor Polda Sumut.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Masih dalam pemeriksaan," ujarnya.
Polisi juga enggan berspekulasi mengenai motif pembunuhan. Termasuk dugaan adanya keterkaitan dengan kasus pencemaran nama baik di Polda Sumut pada 2015 yang melibatkan korban.
"Kita masih menelusuri dan mendalami lagi," kata dia.
Untuk mengungkap kasus ini, Polda Sumut menurunkan tim khusus dengan formasi 25 personel dari Polrestabes Medan dan Polda Sumut.
"Anggota tim sudah kita sebar untuk menangkap pelaku. Mudah-mudahan kedua pelaku segera diringkus," kata Sandi.
Kuna ditembak orang tak dikenal saat akan membuka tokonya pada Rabu pagi 18 Januari. Peluru menembus dada kirinya. Dia tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
