Bayi pertama, dempet di bagian tulang dada dan bagian perut depan. (Istimewa)
Bayi pertama, dempet di bagian tulang dada dan bagian perut depan. (Istimewa) (Farida Noris)

RSUP H. Adam Malik Rawat Dua Pasang Bayi Kembar Siam

kembar siam
Farida Noris • 30 Maret 2017 17:12
medcom.id, Medan: RSUP H. Adam Malik, Medan, Sumatera Utara, merawat dua pasang bayi kembar siam dengan kondisi berbeda. Kedua pasang bayi kembar siam ini masih mendapat perawatan medis di Ruang Rawat Inap Anak Rindu B Perinatologi.
 
Sekretaris tim penanganan bayi kembar siam dr Rizki Adriansyah SpAK mengatakan, kedua pasang bayi itu antara lain bayi pertama berasal dari Kisaran, Asahan, masuk ke rumah sakit pada 24 Maret 2017. Sedangkan bayi kedua berasal dari Binjai, Langkat, masuk ke rumah sakit pada 28 Maret 2017.
 
"Bayi pertama berjenis kelamin perempuan anak dari orangtua berinisial A. Sedangkan bayi kedua berjenis kelamin laki-laki anak dari orangtuanya yang berinisial D," kata Rizki di RSUP H Adam Malik Medan, Kamis 30 Maret 2017. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan kondisi bayi kembar siam pertama lengket di bagian tulang dada dan bagian perut depan. Kondisinya stabil, hanya saja terdapat lubang kecil di bagian jantung. Operasi pemisahan bayi, katanya, masih memungkinkan dengan tingkat keberhasilan 80 persen. 
 
"Ini tantangan bagi kami untuk bisa menanganinya agar nanti bisa dilakukan operasi," terang Rizki.
 
Sedangkan kondisi bayi kembar siam kedua memiliki dua kepala dengan satu badan serta dua pasang tangan dan kaki. Penanganan bayi kembar siam ini lebih rumit. Karena salah satu bayi mengalami kelainan jantung bawaan kompleks. Bayi ini hanya memiliki satu serambi dan satu bilik pada jantung sehingga sangat tidak mungkin dilakukan pemisahan.
 
"Untuk kasus yang kedua ini, jika dioperasi, maka sulit untuk menyelamatkan bayinya. Saat ini kita periksa jantung dulu, karena kondisi jantungnya gawat. Kita belum tahu bagaimana usus dan hatinya. Katup jantungnya satu, padahal normalnya dua," beber Rizki.
 
RSUP H. Adam Malik Rawat Dua Pasang Bayi Kembar Siam
Bayi kedua, memiliki dua kepala dengan satu badan serta dua pasang tangan dan kaki. (Istimewa)
 
Karena itu, tim dokter sambung Rizki, memutuskan tidak akan melakukan operasi terhadap bayi kembar siam pada kasus kedua ini. Bayi ini tidak mungkin dipisahkan walaupun masing-masing punya jantung dan tulang belakang. Bahkan untuk kasus yang seperti ini sangat jarang bertahan.
 
"Bayi ini kalau bisa bertahan sampai dewasa tetap dengan kondisi itu dengan memiliki dua kepala dan satu badan. Dengan kelainan kompleks itu sangat tidak memungkinkan dilakukan pemisahan. Apalagi bayi ini hanya memiliki satu anus. Tindakan tidak etis jika menyelamatkan satu bayi hanya untuk menyelamatkan satu bayi lainnya," ujar Rizki.
 
Tim dokter, lanjutnya, akan memberikan penanganan maksimal terhadap dua pasang bayi ini. Secara umum, tim dipimpin seluruh senior. Semua tenaga ahli yang dibutuhkan juga tersedia di rumah sakit. 
 
"Kasus bayi kembar siam ini termasuk jarang bertahan. Semua manusia berhak hidup, tentu kita tetap berikan pelayanan optimal. Apapun kasusnya yang paling sulit kita terima," ungkap Rizki.

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif