"Semua negara belum dikatakan maju jika perempuan dan anak masih belum dilindungi," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise saat membuka lomba Paud di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis 3 Juli 2017.
Menurut Yohana, saat ini telah ada undang-undang yang mengatur terkait perlindungan anak dan perempuan. Namun, masih banyak keluarga yang tidak memperhatikan dan menelantarkan anak serta perempuan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Saya tegaskan sekali lagi, saya tidak mau ada yang menelepon lagi melaporkan kekerasan. Ini tidak boleh terjadi di negara kita. Kita harus melindunginya," tegas Yohana.
Berdasarkan laporan di Kementerian PPA, kasus paling banyak adalah pencabulan atau kekerasan seks terhadap anak. Namun, Yohana enggan menyebutkan berapa laporan yang sudah diterima pihaknya.
"Anak itu haknya bersekolah, bermain agar bergembira. Itu yang harus kita jaga bersama," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(NIN)
