Sejumlah unsur muspida menyambut kedatangan empat pesawat tempur dari Skuadron F-16 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru saat tiba di Lanud Soewondo Medan, Sumatera Utara, Kamis (4/2/2016). Foto: Antara/Septianda Perdana
Sejumlah unsur muspida menyambut kedatangan empat pesawat tempur dari Skuadron F-16 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru saat tiba di Lanud Soewondo Medan, Sumatera Utara, Kamis (4/2/2016). Foto: Antara/Septianda Perdana (Farida Noris)

Lanud Soewondo Jadi Tempat Parkir Pesawat Tempur Jika Malaka Terancam

tni au
Farida Noris • 18 Juli 2016 20:10
medcom.id, Medan: Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo, Medan, Sumatera Utara, dipastikan tetap menjadi pangkalan militer meski Bandara Polonia telah pindah ke Kuala Namu Internasional Airport (KNIA) Kabupaten Deliserdang. Pembenahan secara bertahap akan dilakukan dengan menempatkan personel Paskhas (pasukan elit TNI AU) di lokasi itu.
 
"Sesuai Peraturan Presiden Nomor 62, Lanud Soewondo tetap pangkalan militer. Bukan berarti dengan adanya Kualanamu lalu Lanud Soewondo dihapuskan. Dengan ditetapkannya Lanud Soewondo sebagai pangkalan militer, maka pembenahan dilakukan secara bertahap," kata Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara, Marsekal Muda TNI Yuyu Sutisna, Senin (18/7/2016).
 
Menurutnya, Lanud Soewondo juga akan menjadi markas skuadron pesawat. Hanya saja, penempatan skuadron akan dilakukan apabila pelanggaran di Selat Malaka meningkat sehingga sewaktu-waktu menjadi penempatan pesawat dari Pekanbaru, Madiun, Pontianak, dan Makassar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memang saat ini belum ada penempatan skuadron di Lanud Soewondo. Jadi, nantinya bergantung kondisi. Apabila ada ancaman, kita tempatkan sewaktu-waktu di sini. Selain itu, pembenahan alutista khusus terus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan," bebernya.
 
Sebelumnya, dikabarkan Lanud Soewondo akan dialihfungsikan karena terlalu berbahaya. Lanud Soemondo berada di dekat pemukiman padat penduduk. Karena itu, pangkalan militer tersebut dipertimbangkan untuk direlokasi sehingga tidak membahayakan masyarakat. 
 
Seperti diketahui, pada 30 Juni 2015 terjadi kecelakaan Hercules C-130 dan menewaskan 113 awak dan penumpang. Pesawat juga menyebabkan kematian warga sekitar kejadian. Hercules jatuh menimpa tiga ruko dan satu bangunan serta menghanguskan bangunan tersebut.
 
Peristiwa kecelakaan serupa juga terjadi sepuluh tahun silam, yaitu pada 5 September 2005. Pesawat komersil Mandala Airlines jatuh dan menewaskan ratusan orang, di antaranya Gubernur Sumut kala itu T. Rizal Nurdin dan Raja Inal Siregar.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif