Ketua Yayasan Sukma Rerie Lestari Moerdijat mengatakan, 30 guru itu akan diwisuda pada 7 April 2017. Wisuda digelar di Tempere University, Finlandia. Para guru akan bakal pulang ke Tanah Air dengan menyandang gelar Master Degree for Teacher Education.
"Mereka menjalani pendidikan di Finlandia selama 17 bulan sejak Desember 2015," kata Rerie melalui keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Jmat 7 April 2017.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Rerie menjelaskan kerja sama bidang pendidikan terjalin sejak 2015. Selain Tempere University, kerja sama juga terjalin dengan Turku University dan Eastern Finland University.
Kerja sama diperkuat dengan penandatanganan perjanjian pada 2 Oktober 2015. Pendiri Yayasan Sukma Surya Paloh bertanggung jawab penuh atas biaya pendidikan para guru.

"Program itu menelan biaya kurang lebih 1,1 juta Euro," lanjut Rerie.
Peserta program, ujar Rerie, yaitu guru-guru sekolah Sukma Bangsa yang berlokasi di Aceh. Mereka bertugas di Kabupaten Pidie, Bireun, dan Kota Lhokseumawe.
Program tersebut mengenalkan metode baru pengajaran. Misalnya memanfaatkan teknologi informasi secara kreatif saat menyampaikan materi pembelajaran pada siswa.
Yayasan Sukma Bangsa (YSB) merupakan lembaga yang berdiri pada 25 Februari 2005. YSB berfokus pada pengembangan pendidikan untuk anak-anak di Aceh yang menjadi korban tsunami.
Bencana tsunami pada Desember 2004 itu meluluhlantakkan Aceh. Belasan ribu warga tewas. Infrastruktur dan bangunan hancur, termasuk gedung sekolah.
Dua bulan setelah bencana, YSB hadir untuk merehabilitasi pendidikan anak-anak Aceh. Bukan hanya menyediakan bangunan sekolah, YSB juga merehabilitasi mental dan potensi intelektual para guru. Satu di antaranya dengan mengirimkan guru-guru YSB untuk mendapat pendidikan pengajaran di Finlandia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
