Petugas menemukan kartu anggota BIN palsu atas nama Marsda Edyson PS SH MH dengan jabatan Kasat Bin Se-Sumbagut. Kartu anggota BIN palsu milik Edison itu ditandatangani oleh Sutiyoso per 1 Januari 2014. Padahal, Sutiyoso baru menjabat Kepala BIN pertengahan 2015.
Tak hanya itu, petugas juga menemukan foto Edison sedang melakukan salam komando dengan perwira tinggi TNI. Foto ini juga diduga hasil rekayasa komputer.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Pas Intel Kodim 0208/Asahan Lettu Inf Nuryanto, Jumat 5 Februari 2016, mengatakan, saat diperiksa, Edison mengaku hanya ingin bergaya di depan polisi. Bahkan Edison menggunakan seragam TNI dan mengaku jadi anggota BIN agar mudah untuk mendapatkan wanita untuk dinikahi. Pria ini dikabarkan memiliki delapan istri.
"Dia kita amankan tadi malam sekitar 23.45 WIB di Kecamatan Rahuning. Waktu kita periksa, tentara gadungan ini melakukan perbuatan itu karena ingin gaya-gayaan di depan polisi," kata Lettu Inf Nuryanto.
Penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang curiga dengan perilaku Edison. Laporan itu diselidiki dan Edison pun ditemukan. Saat ditangkap, Edison mengenakan seragam PDL dengan tanda lokasi Kodim 0208/AS di lengan. Pangkat yang tersemat di seragam itu Letnan Kolonel Infanteri. Edison mengaku sebagai anggota BIN dari Jakarta berpangkat marsekal muda.
"Petugas meminta kartu anggotanya. Namun dia beralasan surat tugas dan kartunya tinggal di Jakarta," jelas Nuryanto.
Petugas kemudian menggeledah rumah Edison. Mereka menemukan sepucuk pistol gas, sangkur, seragam TNI dan aksesorinya. Edison pun digelandang ke Makodim 0208/Asahan. Selanjutnya tentara gadungan ini diserahkan ke Polres Asahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
