Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati) (Nurul Fajri)

Terlambat Bersalin, Ibu dan Bayi Tewas di Rumah Sakit

persalinan
Nurul Fajri • 29 Maret 2016 20:52
medcom.id, Banda Aceh: Suasana duka menyelimuti rumah Muslim Puteh, warga Desa Lambate, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar. Dia harus merelakan kepergian istri, Suryani dan bayi usai persalinan.
 
Suryani terlambat mendapatkan pertolongan medis Rumah Sakit Ibu dan Anak, Aceh. Akibatnya, wanita ini mengalami pendarahan dan anak yang dikandungnya meninggal.
 
Muslim menuturkan, dia membawa istrinya ke RSIA pada Senin, 28 Maret 2016, pukul 06.00 WIB. Kata dia, hingga pukul 17.00 WIB, Suryani belum mendapatkan penanganan apapun. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Muslim mengaku sempat meminta bidan RSIA langsung mengoperasi istrinya. Namun, pihak rumah sakit menolak, karena tidak ada dokter yang menangani pasien bersalin.
 
"Saya memohon agar istri saya dioperasi saja, karena tidak mungkin lagi menunggu untuk melahirkan normal," cerita Muslim, Selasa (29/3/2016) saat ditemui di rumah duka.
 
Dia mengatakan, usai beberapa kali memohon dioperasi, akhirnya pukul 22.00 WIB perawat memberikan rujukan ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin. 
 
Sampai RSUZA, istrinya langsung dibawa ke ruangan operasi. Dokter menilai Suryani tidak mungkin melahirkan secara normal. Sayangnya, bayi dalam kandungan Suryani sudah tidak tertolong lagi.
 
Penuturan dokter, kata Muslim, operasi tersebut harusnya dilakukan tujuh jam yang lalu.
 
Dari situ, Muslim beranggapan ada yang tak beres dengan RSIA. Dia merasa kematian istri dan anaknya akibat terlambat ditangani RSIA.
 
"RSIA itu rumah sakit resmi pemerintah kenapa pasien tidak bisa dioperasi di situ? Kenapa harus dirujuk," ungkapnya menyesalkan pelayanan RSIA.
 
Direktur RSIA Erni Ramayani mengatakan pihaknya akan melihat status pasien yang dirujuk tersebut. Dia menuturkan semua pasien yang dirujuk dari RSIA akan mendapatkan pendampingan.
 
"Di sini banyak kasus,  jadi kita akan melihat dulu status pasien itu," sebutnya.
 

(SAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif