Ilustrasi. Petugas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru berusaha memadamkan kebakaran lahan gambut. (ANT/Rony Muharrman)
Ilustrasi. Petugas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru berusaha memadamkan kebakaran lahan gambut. (ANT/Rony Muharrman) (Rudi Kurniawansyah)

16 Petani Jadi Tersangka Pembakar Lahan di Riau

kebakaran hutan
Rudi Kurniawansyah • 03 Juli 2019 18:20
Pekanbaru: Satgas penegakan hukum (Gakkum) siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Riau menetapkan 16 orang tersangka, kasus dugaan pembakaran lahan. Mereka yang ditetapkan tersangka adalah petani, yang diduga sengaja membuka lahan. 
 
"Sudah ditetapkan sebanyak 16 orang sebagai tersangka kasus karhutla," kata Wakil Komandan Satgas Siaga Darurat Riau Edwar Sanger kepada Media Indonesia di Pekanbaru, Riau, Rabu, 3 Juli 2019.
 
Edwar menjelaskan, 16 tersangka pembakar lahan berasal dari 16 kasus yang terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Riau. Dia merinci, lima kasus terjadi di Dumai, tiga kasus di Bengkalis, dua kasus di Meranti, tiga kasus di Rokan Hilir, dua kasus di Meranti, dan masing-masing satu kasus di Pekanbaru, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sedangkan sebanyak 10 tersangka proses penyidikan telah masuk tahap II atau dilimpahkan ke JPU (Jaksa Penuntut Umum). Di antaranya di Dumai 4 orang, Rokan Hilir 3 orang, Bengkalis, Indragiri Hilir, dan Meranti masing-masing 1 orang tersangka," jelas Edwar.
 
Adapun luas karhutla di Riau terus bertambah. Sampai enam bulan terakhir, tercatat Karhutla di Riau telah menghanguskan sekitar 3.211,09 hektare (Ha) lahan yang tersebar di 12 kabupaten dan kota.
 
Edwar mengungkap, luas Karhutla bertambah di Jalan Keluarga Gg. Mban Ginen RT09, Kelurahan Bukit Batrem, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai yaitu seluas sekitar 0,5 Ha. Kemudian bertambah di Kepenghuluan Teluk Bano II, Teluk Nilap, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) atau meluas sekitar 5 Ha. 
 
Selanjutnya juga bertambah di Dusun Apaian, Kepenghuluan Kota Parit, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rohil seluas 50 Ha. Bertambah di Dusun Sei Gajah, Teluk Nilap, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rohil yang meluas sekitar 10 Ha.
 
"Kemudian juga bertambah di Jl. Lurus Dayun KM 6, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak seluas sekitar 0,5 Ha. Tim satgas darat yang juga dibantu tim satgas udara dengan helikopter masih bertukus lumus memadamkan kobaran api di lapangan," ungkap Edwar 
 
Edwar menerangkan, dari total luas 3.211,09 Ha hutan dan lahan yang ludes terbakar di Riau, sebagian besar merupakan lahan rawa gambut. Daerah yang terluas terbakar berada di Bengkalis yakni seluas 1.426,83 Ha. 
 
Disusul Rohil seluas 606,25 Ha, Siak 348,35 Ha, Dumai seluas 268,25 Ha, Meranti seluas 232,7 Ha, Indragiri Hilir seluas 118,6 Ha, Pelalawan 90 Ha, Indragiri Hulu seluas 71,5 Ha, Kampar 64,1 Ha, Pekanbaru 46,51 Ha, dan Rokan Hulu (Rohul) seluas 2 Ha.
 
"Daerah yang paling banyak terbakar merupakan wilayah pesisir timur Riau," ujar Edwar.
 
Dia mengatakan, satgas siaga darurat Karhutla Riau turut diperkuat oleh tim satgas udara yang didukung kekuatan pemadaman dengan 14 helikopter dan satu pesawat cassa untuk hujan buatan. Setiap hari tim satgas udara bersama tim satgas darat berkoordinasi untuk memadamkan api. 
 
"Pantauan terakhir satelit terra dan aqua ditemukan sebanyak 11 titik panas di Sumatra yaitu tujuh titik di Sumatra Selatan, dua di Lampung, dan dua di Riau yang masing-masing berada di Kampar dan Indragiri Hilir. Kita mendapatkan bantuan dari BNPB, KLHK, BPPT (hujan buatan), TNI dan Polri serta melibatkan pihak swasta untuk mengatasi karhutla," tandasnya. 
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif