78 WNA diperiksa petugas gabungan --MTVN/Budi--
78 WNA diperiksa petugas gabungan --MTVN/Budi-- (Budi Warsito)

78 Anggota Sindikat Penipuan Internasional Ditangkap

wna ilegal
Budi Warsito • 16 Mei 2017 17:38
medcom.id, Deli Serdang: Polda Sumatera Utara (Sumut) dan Imigrasi Klas I Provinsi Sumut menangkap 78 warga Tiongkok dan Taiwan di sebuah gudang, Jalan Sultan Serdang, Pasar VI, Gang Sopoyono, Desa Telaga Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumut, Senin 15 Mei 2017. Mereka diduga bersekongkol dalam kejahatan cyber.
 
Direktur Ditreskrimsus Polda Sumut Kombes Toga Habinsaran Panjaitan mengatakan, penangkapan hasil kerja sama dengan Interpol Tiongkok. Mereka yang dibekuk terdiri dari 49 laki-laki dan 29 perempuan. 
 
"Mereka melakukan kejahatan di sini melalui media online dengan cara memeras dan menipu pejabat di Tiongkok dan Taiwan," kata Toga, Selasa, 16 Mei 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Komplotan ini memeras dengan cara menakut-nakuti korban terlibat kasus korupsi. Masing-masing anggota kelompok punya peran sendiri-sendiri, seperti mengaku sebagai jaksa, polisi, atau lembaga hukum lainnya yang ada di Taiwan dan Tiongkok.
 
Dalam operandi, WNA tersebut menghubungi pejabat di Taiwan dan Tiongkok sambil mengaku ada anak atau keluarga pejabat itu yang terlibat dalam peredaran gelap sehingga diminta uang agar dibebaskan.
 
Ada juga yang menghubungi pejabat di dua negara tersebut dengan tuduhan telah melakukan tindak pidana korupsi sehingga diminta uang agar kasusnya tidak diungkap.
 
Modus lain yang digunakan adalah mengecek rekening pejabat Taiwan dan Tiongkok dan mempertanyakan asal muasal kekayaan sehingga pejabat tersebut merasa ketakutan dan bersedia untuk bernegosiasi.
 
Dari aksi menipu pejabat dan mantan pejabat, 78 warga negara asal Taiwan dan Tiongkok tersebut diperkirakan mampu mendapatkan hasil sekitar satu juta dolar AS. Dalam penangkapan tersebut, pihak kepolisian menemukan barang bukti  75 paspor, 61 telepon genggam, tujuh laptop, dan enam unit kalkulator yang digunakan dalam menjalankan aksi penipuannya.
 
Usai didata, Polda Sumut menyerahkan 78 WN Taiwan dan Tiongkok tersebut beserta seluruh barang bukti ke pihak imigrasi.
 
Untuk dapat masuk ke Indonesia, kata Toga, mereka menggunakan paspor dengan visa berwisata selama satu bulan. Bahkan, paspor mereka masih berlaku saat diamankan pihak kepolisian. Terungkapnya kasus ini merupakan atas koordinasi oleh pihak Interpol Tiongkok dengan Mabes Polri yang ditindak lanjuti oleh Polda Sumut bersama pihak Imigrasi. "Pengungkapan ini berkat kordinasi pihak Interpol Tiongkok dengan Mabes Polri,"  papar Toga.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif