Atas penetapan itu, Syahrial meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) yang diserahkan oleh Jaya Suprana di Balairung Jaya Suprana Institute, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis 27 April 2017.
Rekor Wali Kota Terumuda se-Indonesia ini diberikan kepada Syahrial setelah dilakukan Rembug Kelirumologi yang digelar Jaya Suprana Institute. Penetapan sebagai Wali Kota Termuda itu membuat nama pria kelahiran 17 Agustus 1988 semakin dikenal di tanah air.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Dengan Rekor MURI yang diperolehnya, Syahrial berharap pemerintah pusat lebih melirik potensi lokal 'Kota Kerang' yang dipimpinnya.
“Ini kan bukan kebanggan pribadi. Ini buah kerja keras Pemkot dan masyarakat Tanjungbalai. Jika pun semakin dikenal karena rekor MURI ini, saya berharap pemerintah pusat bisa lebih melirik potensi-potensi yang ada di Tanjungbalai,” kata Ketua Golkar Tanjungbalai itu, Jumat 28 April 2017.
Tanjungbalai saat ini telah memasuki usia 396 tahun. Namun, perkembangan ekonomi masih belum sebanding dengan potensi sumber daya yang ada di kota yang terkenal dengan kekayaan lautnya.
“Saya juga berharap dengan dukungan pemerintah pusat, maka potensi Tanjungbalai semakin dilirik. Melirik peluang kawasan industri dan wisata. Saya pikir jika jalan tol Trans-Sumatera, khususnya Medan-Parapat, nanti selesai maka itu akan membantu membangkitkan potensi wisata Tanjungbalai,” kata Syahrial.
Dengan bangkitnya potensi wisata dan industri nanti, maka secara otomatis perekonomian masyarakat membaik. “Potensi wisata di sini semakin membaik. Ada tujuh pulau yang sedang dipersiapkan, satu sudah sering dikunjungi wisatawan yakni Pulau Beswesen tiap minggu 2000 pengunjung. Padahal itu baru dibuka,” ujar Syahrial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ALB)
