Ilustrasi
Ilustrasi (Budi Warsito)

Kurangnya Empati Jadi Penyebab Kerap Terjadi Pembunuhan

psikologi
Budi Warsito • 22 April 2017 18:44
medcom.id, Medan: Belakangan, sering terjadi kasus pembunuhan di Medan, Sumatera Utara. Selama kurun waktu empat bulan terakhir, tercatat ada lima kasus pembunuhan yang terbilang cukup sadis.
 
Berdasarkan catatan Kepolisian, ada kasus pembunuhan Indra Gunawan alias Kuna, pemilik toko reparasi airsoft gun. Kemudian, pembunuhan seorang wartawan, pembunuhan seorang terapis, dan pembunuhan satu keluarga dengan cara dibakar. Terakhir, yang paling menghebohkan, pembunuhan sadis satu keluarga oleh Andi Lala.
 
Psikolog Irna Minauli menjelaskan, setingnya terjadi tindakan kriminal hingga menghilangkan nyawa orang disebabkan sejumlah faktor. Salah satunya, kurangnya empati seseorang terhadap orang lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Seseorang tidak berusaha menempatkan diri pada posisi sudut pandang orang lain. Hanya melihat dari sudut pandangnya sendiri," kata Rina di Medan, Sumatera Utara, Sabtu, 22 April 2017.
 
Faktor lainnya, lanjut Rina, adalah ketidakmampuan orang dalam berkomunikasi serta ketidaksabaran menghadapi suatu masalah. Hal itu membuat seseorang sering mengambil jalan pintas.
 
"Jika seseorang ada masalah, tentunya dikomunikasikan. Apabila masalah tersebut tidak terselesaikan, mereka cenderung mengambil jalan pintas dengan kekerasan," jelasnya.
 
Rina mengakui, belakangan, kemampuan seseorang berkomunikasi dalam menyelesaikan sangat kurang. Sehingga, saat melakukan komunikasi, malah menimbulkan masalah baru dan memicu dendam serta tindak kekerasan.
 
Pada banyak penelitian, lanjut Rina, kemarahan itu akan mempengaruhi emosi seseorang. "Akhirnya akan membuat orang melakukan pembenaran atas perilakunya. Misalnya, pembunuhan, dia merasa itu sudah pantas dia lakukan dan merupakan harga yang harus dibayar oleh korban," tandasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(NIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif