Foto: Ilustrasi keramik kuno/Ant_Joko Sulistyo
Foto: Ilustrasi keramik kuno/Ant_Joko Sulistyo (Antara)

Warga Dumai Ungkap Penemuan Keramik Kuno

benda kuno
Antara • 29 Desember 2015 16:10
medcom.id, Pekanbaru: Masri, seorang warga Desa Buluh Hala, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Riau, menemukan keramik kuno di lahan miliknya. Ia menemukan mangkok dan guci peninggalan kuno saat menggali lahan sedalam dua meter.
 
"Barang-barang keramik seperti guci dan mangkok kuno ini ditemukan di lahan saya. Berada di bawah Pohon Ara yang sudah tua saat menggali sedalam sekitar dua meter," kata Masri, saat dihubungi Antara di Pekanbaru, Riau, Selasa (29/12/2015).
 
Masri mengaku menemukan tiga mangkok dan dua guci dari dalam tanah, pada 2011. Namun, ia baru melaporkan penemuan itu ke pemerintah setempat pada 2015 karena tidak mengira barang tersebut adalah peninggalan kuno.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia percaya bahwa mangkok tersebut bukan alat makan biasa. Pasalnya, saat menempatkan santan di mangkok itu dapat mengubahnya menjadi minyak kelapa dalam waktu beberapa hari.
 
"Ketika mangkok itu digunakan jadi wadah santan kelapa, dalam waktu tiga hari santannya bisa menjadi minyak. Benar-benar bening seperti minyak goreng," ujar Masri.
 
Menurut dia, barang tersebut ditemukannya saat ingin membuat kanal untuk kebun kelapa sawit dengan menggunakan alat berat untuk memindahkan Pohon Ara yang sudah tua. Ketika pohon berdiameter 20 centimeter itu dipindahkan, alat berat menyentuh salah satu keramik yang menimbulkan bunyi cukup keras. Ketika salah seorang pekerja memeriksanya, ternyata terdapat beberapa guci dan mangkok tua terkubur di dalam tanah.
 
"Pembuatan kanal langsung berhenti karena saya duga masih ada banyak di bawah lagi barang-barang di bawah tanah itu," katanya.
 
Menurut dia, dari cerita para orangtua setempat, lokasi penemuan keramik kuno tersebut dahulu kala adalah pantai yang kini mengalami pendangkalan sehingga berjarak sekitar tiga kilometer dari bibir pantai.
 
Ia mengatakan hasil pendataan Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Pemuda Kota Dumai pada 2015 tidak secara detail menjelaskan asal-usul keramik tersebut. Namun, diduga kuat keramik itu berasal dari Cina pada abad 18.
 
"Dalam surat dari pemerintah daerah dituliskan bahwa dengan adanya penemuan itu menandakan kemungkinan benda cagar budaya tersebut menunjukan bahwa daerah tersebut pernah menjadi permukiman pada masa lalu," ujarnya.
 
Ia mengatakan mangkok-mangkok keramik yang ditemukan masih dalam kondisi utuh dan cukup bagus. Keramik tersebut terlihat dihias secara sederhana berwarna putih dengan motif warna biru. Sedangkan, guci kuno yang ditemukan setinggi sekitar 30 cm dan berwarna kelabu gelap. Ia mengatakan keramik kuno tersebut kini masih tersimpan di rumahnya.
 
"Saya persilakan kalau ada ahli yang mau meneliti asal-usulnya," kata Masri.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(TTD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif