Sambil memegang spanduk bertuliskan: Jual Ginjal untuk Biaya Hidup, Helmud seolah mempromosikan diri sebagai pendonor ginjal. Ia siap menjual sebuah ginjal bagi siapa saja yang membutuhkan.
"Jual Ginjal untuk biaya hidup. Bagi penderita ginjal permanen yang membutuhkan donor untuk transplantasi, hubungi Helmud OP Sunggu: 085262178874," demikian isi spanduk itu seperti dikutip Metrotvnews.com, Selasa (17/5/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Dalam aksinya, Helmud ditemani beberapa rekan sesama perawat honorer. Helmud mengatakan promosinya ini bukan untuk keperluan unjuk rasa semata. Ia mengaku benar-benar hendak menjual ginjalnya bagi orang yang membutuhkan. Ia nekat melakukan hal ini karena kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan mengandalkan penghasilannya sebagai tenaga honorer.
Sebagai tenaga honorer, Helmud dan rekan-rekan mengaku hak-hak normatif tidak dipenuhi pihak RSUD dr Pirngadi. Upah yang mereka terima jauh dibawah Upah Minimum Kabupaten/Kota.
"Saat ini saya hanya menerima upah Rp1,2 juta per bulan," imbuh dia.
Helmud mengaku sudah bekerja selama 10 tahun di RSUD dr Pirngadi, Medan. Beberapa kali mereka sudah melayangkan surat kepada manajemen RSUD dr Pirngadi agar mendapat gaji yang layak, namun upaya itu tak membuahkan hasil. Para honorer itu juga sudah mengadu ke Komisi B DPRD Kota Medan, namun hasilnya nihil.
"Kami sudah bingung, saya pribadi punya 3 anak yang harus saya nafkahi. Dengan penghasilan yang ada, saya sudah sangat kesulitan," kata dia.
"Siapa yang butuh telepon saja. Saya akan ajak bertemu untuk menentukan harga," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
