Andri Syafrin terbaring usai menjadi korban pemukulan prajurit TNI AU di Medan, Sumut. (Metrotvnews.com/Budi Warsito)
Andri Syafrin terbaring usai menjadi korban pemukulan prajurit TNI AU di Medan, Sumut. (Metrotvnews.com/Budi Warsito) (Budi Warsito)

Dua Wartawan Korban Pemukulan TNI AU Berangsur Pulih

penganiayaan
Budi Warsito • 17 Agustus 2016 17:21
medcom.id, Medan: Dua jurnalis yang menjadi korban pemukulan oleh prajurit TNI AU Lanud Soewondo, Medan, masih terbaring di Rumah Sakit Royal Prima. Namun, keduanya sudah mulai bisa menggerakkan beberapa bagian tubuh.
 
Ditemui Rabu, 17 Agustus, Andri Syafrin kontributor MNCTV sudah bisa menggerakkan lehernya, meskipun perlahan. Dalam insiden dua hari lalu, Syafrin merasa lehernya sakit setelah terkena pukulan. Dia juga mengaku kepalanya dipukul dengan pentungan rotan.
 
"Aku merekam bapak-bapak dipukuli prajurit TNI AU di persimpangan Jalan Mawar. Tiba-tiba dipukul dari belakang. Saat itu kepalaku pukul pakai pentungan rotan, tanganku diinjak-injak," tutur Syafrin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Jumlah Korban Penembakan di Medan Polonia 5 Orang
 
Saat itu, lanjut Syafrin, dia dibawa ke tempat sepi. Ditempat itu kamera, kartu pers dan dompetnya dirampas. "Aku sempat bilang ke mereka 'kalian ini seperti begal'," ujar Syafrin.
 
‎Setelah insiden, Syafrin mengatakan, pihak TNI AU sempat menjenguknya di rumah sakit. Dalam pertemuan itu, pihak TNI AU meminta maaf dan menyampaikan perihal berdamai. 
 
Namun permintaan damai itu tidak diamini. Syafrin hanya menerima maaf pihak TNI AU dan poses hukum harus tetap dilanjutkan.‎ Yang sangat disayangkan, menurut Syafrin pihak TNI AU menyatakan bahwa kamera dan kartu pers miliknya hilang. 
 
"Dalam handycam itulah segala aksi kebrutalan mereka (TNI AU) terekam. Enggak mungkin hilang. Begitu juga dengan kartu pers juga hilang," tandasnya. 
 
Sementara itu, Array wartawan Tribun Medan yang juga menjadi‎ korban juga berangsur pulih meski badannya masih terasa sakit. 
 
Baca: Jurnalis Medan Minta KASAU Dicopot
 
Insiden kekerasan bermula saat dua wartawan itu meliput demonstrasi warga Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Medan, Senin, 15 Agustus. Unjuk rasa menentang pengukuran lahan oleh prajurit TNI AU berujung bentrok. 
 
Warga membakar ban bekas di tengah jalan dan memasang pagar betis sehingga jalan tersebut tidak bisa dilalui.‎ Sementara itu, perajurit TNI AU juga berada di lokasi menjaga aksi warga agar tidak mendekat ke markas mereka.
 
Lima warga mengaku terkena tembakan dalam insiden itu. Aksi prajurit membidikkan senjata juga terekam kamera pengawas. Namun, pihak TNI AU mengelak. 
 
Baca: Warga Protes Prajurit TNI Patok Lahan di Medan
 
Sebagai bentuk protes atas kejadian itu, ratusan awak media yang tergabung dalam Forum Jurnalis Medan melakukan aksi dan meletakkan karangan bunga di depan‎ Kantor Komando Operasi Angkatan Udara I, Pangkalan TNI AU Soewondo, Medan di Jalan Imam Bonjol, Medan‎.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(SAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif