Ilustrasi banjir, Metrotvnews.com
Ilustrasi banjir, Metrotvnews.com (Axgeis Yohanes Sapta, Ahmad Novriwan)

Empat Kabupaten di Lampung Terendam Banjir

bencana banjir
Axgeis Yohanes Sapta, Ahmad Novriwan • 21 Februari 2017 15:29
medcom.id, Bandarlampung: Banjir melumpuhkan aktivitas warga di Pesawaran dan Bandarlampung. Lalu lintas dari Lampung hingga Bengkulu pun lumpuh.
 
Hujan deras mengakibatkan ratusan rumah di dua desa di Kecamatan Padangcermin, Pesawaran. Banjir mencapai ketinggian 1,5 meter. Banjir mengakibatkan kemacetan lalu lintas di Gedung Tataan, tepatnya di depan kantor polisi.
 
Dua desa yaitu Sanggi dan Padangcermin. Banjir merendam setelah air sungai Way Serdang meluap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Desa Sanggi, Maulana, mengatakan air sungai meluap sejak Rabu pekan lalu. Ia menduga pendangkalan sungai yang menjadi penyebab banjir.
 
"Makanya perlu normalisasi aliran sungai dan pembuatan talud di sepanjang aliran Sungai Way Serdang. Saat air meluap di musim hujan, pemukiman warga tidak banjir," kata Maulana, Selasa 22 Februari 2017.
 
Banjir juga merendam daerah perbatasan Pesawaran-Bandarlampung, yang berlokasi dengan Hajimena, Lampung Selatan. Makmur, warga setempat, aliran air merupakan kiriman dari Pesawaran.
 
Banjir merendam wilayah Rajabasa Raya dan Rajabasa Induk, Bandarlampung, hingga siang ini. Ratusan rumah terendam. 
 
Hamzah, 48, warga Bandarlampung, berharap pemerintah kota memberikan perhatian dan menangani banjir secara serius. "Agar korban tak berlama-lama terganggu banjir," kata Hamzah.
 
Selain itu, banjir juga merendam ratusan hektare sawah dan puluhan rumah di Desa Mulyoasri, Kecamatan Bumi Agung, Lampung Timur. Banjir terjadi sejak kemarin malam hingga Selasa dini hari ini.
 
Faizal Risa, anggota DPRD Lampung Timur, mengatakan banjir mencapai ketinggian rata-rata satu meter. Banjir terjadi setelah Sungai Way Areng meluap diguyur hujan deras.
 
"Banjir semalam suntuk sejak maghrib membanjiri pasar Sukadana, dan jalan
utama di kota ini,  ketinggian sekitar satu meter di sini," kata Fauzi yang
tinggal di Kota Sukadana, Lampung Timur.
 
Kondisi serupa pun dialami ratusan warga di Desa Way Huwi, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Ketingguan banjir mencapai rata-rata satu meter.
 
Puluhan warga Jalan Tirtayasa mengungsi ke rumah kerabat yang aman dari banjir. Menurut Panji, warga setempat, banjir baru kali pertama terjadi di Jalan Tirtayasa.
 
"Saya menduga baniir akibat penyumbatan saluran drainase ditambah hujan deras," kata Panji.
 
Hingga berita ini dimuat, beberapa warga mengungsi. Sementara sebagian warga menyelamatkan barang mereka ke tempat-tempat yang lebih aman.
 
Sementara itu, BMKG memprediksi hujan ringan hingga sedang melanda sebagian besar wilayah Lampung hingga malam nanti. Warga di Lampung pun diminta untuk mewaspadai dampak hujan, misalnya banjir.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif