Jaringan listrik dan kabel telepon di kios Pasar Tos 3000, Batam, tampak semrawut. Foto-foto: Metrotvnews.com/Anwar Sadat
Jaringan listrik dan kabel telepon di kios Pasar Tos 3000, Batam, tampak semrawut. Foto-foto: Metrotvnews.com/Anwar Sadat (Anwar Sadat Guna)

Jaringan Listrik Semrawut, Pedagang Pasar di Batam tak Khawatir

kebakaran pasar
Anwar Sadat Guna • 20 Januari 2017 18:40
medcom.id, Batam: Keamanan pasar tradisional di Batam masih jauh dari memadai. Selain minim pengawasan, jaringan instalasi listrik di pasar ini masih semrawut. Kesemrawutan itu terlihat di Pasar Tos 3000, Jodoh, Kota Batam, Kepulauan Riau. 
 
Terpantau, instalasi listrik tak tertata. Jaringan kabel listrik, terutama di lantai dasar, melilit tak keruan dengan kabel telepon. Lampu-lampu penerangan di beberapa kios juga tampak bergelantungan mencapai tinggi orang dewasa. 
 
Situasi ini mengundang kebakaran. Terutama berkaca pada peristiwa kebakaran yang melanda Pasar Senen, Jakarta Pusat, kemarin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Toh, pedagang di Pasar Tos 3000 tak risau. "Selama kami berjualan di sini, listriknya tidak pernah ada masalah. Korslet juga jarang terjadi. Biasanya langsung ditangani teknisinya," kata Sembiring, 60, pedagang sayuran di Tos 3000 saat ditemui Metrotvnews.com, Jumat (20/1/2017).
 
Pasar Tos 3000 adalah pasar tradisional terlama di Batam. Usianya nyaris 30 tahun. Meski sudah lama, kata Sembiring, jaringan listriknya lancar dan sangat jarang ada masalah. 
 
"Soal keamanan, ada belasan sekuriti yang berjaga selama 24 jam," ujarnya. 
 
Hal senada dikatakan Saldi, pedagang ponsel dan aksesoris, di lantai 1 Pasar Tos 3000. "Selama saya berjualan ini, semuanya aman-aman saja. Kalau ada masalah dengan jaringan, biasanya teknisi yang langsung tangani," ujarnya. 
 
Dari sisi keamanan, kata dia, kios-kios maupun toko-toko di Pasar Tos 3000 tak pernah ada yang dibobol maling atau rampok. 
 
Jaringan Listrik Semrawut, Pedagang Pasar di Batam tak Khawatir
Suasana di pasar tradisional Tos 3000, Jodoh, Batam.
 
Abung, asisten Manajer PT Bangun Artha Citra Perkasa, sebagai pengelola pasar, mengatakan prosedur keamanan di Pasar Tos 3000 terus dijalankan. Pihaknya bahkan memantau aktivitas di pasar melalui CCTV yang dipasang di beberapa sudut pasar. 
 
"Soal jaringan listik yang kurang tertata baik sejauh ini tak ada masalah. Kalau pun ada masalah, bagian teknisi kita langsung memperbaiki. Bila ada kabel yang rusak, langsung diganti," ujarnya.
 
Agar pedagang nyaman berjualan, pihaknya menyiagakan 13 petugas pengaman. Mereka dibagi tiga waktu kerja dan berjaga selama 24 jam. 
 
"Kasus-kasus kejahatan yang pernah terjadi yakni copet dan jambret. Pelaku yang ditangkap langsung diserahkan ke polisi," ujarnya. 
 
Kepala Disperindag dan Pasar Kota Batam, Zarefriadi, mengatakan, sejauh ini belum secara intensif memantau situasi dan keamanan pasar karena baru dilantik awal Januari ini. Nama SKPD juga berubah sehingga seluruh data tentang pasar belum dialihkan ke dinasnya. 
 
"Khusus untuk pasar tradisional yang dikelola Pemkot Batam saat ini baru dua, yakni Pasar Nongsa dan Dapur 12 di Tembesi, Batam. Data tentang pasar dan jumlah pedagang dalam pekan ini akan kami himpun," ujarnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif