Suasana di Mapolres Sijunjung usai diserbu warga, Metrotv - Bonar Harahap
Suasana di Mapolres Sijunjung usai diserbu warga, Metrotv - Bonar Harahap (Bonar Harahap)

Kapolda Bantah Anak Buahnya Tendang Remaja hingga Tewas saat Razia

razia
Bonar Harahap • 28 Juli 2016 11:46
medcom.id, Padang: Kapolda Sumatera Barat Brigjen Basarudin membantah anak buahnya menendang seorang remaja hingga tewas di Kabupaten Sijunjung. Tapi korban bernama Alan Wahyudi, 15, itu meninggal setelah jatuh saat menghindari razia polisi.
 
Pada Senin 25 Juli, Polres Sijunjung menggelar razia. Alan yang tengah berkendara hendak menghindari razia.
 
"Saat kejadian, almarhum tidak pakai helm," kata Kapolda di Polres Sijunjung, Kamis (28/7/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kapolda menilai, usia yang masih 15 tahun, membuat pemikiran Alam belum matang. Sehingga saat melihat razia, korban langsung tancap gas. Sepeda motornya menabrak pembatas jalan. Alan jatuh dan tewas.
 
Kapolda menegaskan razia untuk menertibkan lalu lintas. Ketertiban itu untuk kepentingan masyarakat, bukan petugas.
 
Namun kematian Alan mengakibatkan puluhan warga protes. Warga menyerbu Mapolres Sijunjung, Selasa 26 Juli 2016, karena mendapat kabar petugas razia menendang sepeda motor Alan. Lalu Alan jatuh dan tewas.
 
Warga mengamuk di Mapolres Sijunjung. Mereka melempari kaca markas polisi tersebut.
 
Hari ini, tak ada lagi pecahan kaca di Mapolres Sijunjung. Pengunjung mulai berdatangan ke markas polisi. Namun puluhan polisi masih bersiaga di depan markas.
 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif