Pelaksana tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iriansyah, menyebutkan enam titik panas itu ditemukan di Musi Rawas, Okan Komering Ulu (OKU) Timur, Muara Enim, dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Menurut Iriansyah, jumlah tersebut meningkat ketimbang pantauan pada Selasa 25 Juli 2017. Kemarin, lanjut Iriansyah, LAPAN hanya memantau satu titik api di PALI.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Untuk status darurat siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diumumkan sejak Februari lalu, untuk pencegahan dan penanggulangan lebih cepat," kata Iriansyah.
Berdasarkan data yang ada di BPBD Sumsel luas kebakaran Tahun 2016 mencapai 978,36 Hektar. Rinciannya, Banyuasin 82,95 Hektar, Lahat 6 Hektar, Muara Enim 7 Hektar, Musi Banyuasin 419,85 Hektar, Musi Rawas 156,5 Hektar, Musi Rawas Utara 47 Hektar, Ogan Ilir 43,65 Hektar, Ogan Komering Ilir 213,31 Hektar, dan Penukal Abab Lematang Ilir 2,1 Hektar.
"Untuk mencegah terjadinya karhutla 2017 ini, kami sudah persiapkan sejak lama," ujar Iriansyah.
Menurut Iriansyah, saat ini petugas siaga karhutla yang dipimpin oleh Danrem sebagai Dansatgas terus memantau baik melalui udara, dan darat dari pagi sampai malam. Untuk titik api yang sering terpantau yakni tersebar di Ogan Ilir, OKI, Muara Enim, Pali dan beberapa daerah lainnya.
"Tapi akhir-akhir ini didominasi di daerah Ogan Ilir," jelasnya.
Tidak tahu pasti penyebab terpantaunya titik api ini karena banyak faktor, seperti dibakar oleh oknum, serta kondisi panas di Sumsel. Untuk pencegahan pihaknya juga melakukan waterboombing dan lain sebagainya.
"Status siaga darurat Kahutla ini baru akan berakhir ketika musim hujan minimal bulan Oktober mendatang," ujarnya.
Untuk personel yang disiagakan dalam pencegahan karhutla ini sebanyak 1350 personel yang terdiri dari gabungan TNI, Polri, Kehutanan, Tagana, Manggala Agni, Pramuka, SAR, Perkebunan, Perusahaan Perkebunan, Perusahaan HTI, BPBD Kabupaten/Kota di Sumsel, serta stakholder lainnya.
"Kami berharap tahun inj karhutla di Sumsel dapat diminimalisir dibandingkan tahun 2016," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
