Barang bukti sabu yang disita BNN. Foto: BNN
Barang bukti sabu yang disita BNN. Foto: BNN ()

Penyelundupan Sabu Asal Malaysia Digagalkan

narkoba
04 Juli 2019 16:07
Asahan: Badan Narkotika Nasional (BNN) gagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu dan ekstasi asal Malaysia. Barang haram itu dibawa menggunkaan speed boat, yang kemudian berlabuh di Tanjung Balai Asahan, Sumatra Utara. 
 
"Sabu dan ekstasi berasal dari Malaysia dan diserahterimakan di tengah laut dari kapal ke kapal," kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, Kamis, 4 Juli 2019. 
 
Arman menuturkan, pelaku menyembunyikan sabu di dalam ban dalam mobil yang telah dimodifikasi. Sebanyak 70 bungkus sabu, dengan total 81.862,6 gram disita petugas. Selain itu, sebanyak 102.657 butir ekstasi juga disita. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"BNN menerima informasi dari masyarakat hari Selasa, 2 Juli adanya speed boat yang membawa narkotika," ungkapnya. 
 
Dia melanjutkan, tim BNN segera menyelidiki laporan tersebut dan melakukan pengintaian. Pihaknya kemudian mencurigai sebuah minibus berwarna hitam berpelat BK1430 HG. 
 
"Kita mengikuti mobil tersebut, sekitar pukul 17.15 WIB di perlintasan rel kereta api Simpang Warung Kisaran mobil itu dihentikan dan digeledah petugas," jelasnya. 
 
Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan tiga ban dalam mobil berisi sabu dan ekstasi. Petugas lantas menangkap dua penumpang minibus yakni Adi Putra alias Tison dan Ardiansyah alias Yuni. 
 
"Keterangan dua orang itu mengaku masih menyimpan narkotika di rumah di Lubuk Palas, Asahan. Tim langsung mendatangi rumah tersebut dan menemukan satu ban dalam mobil berisi narkotika di belakang rumah," bebernya. 
 
Penyelundupan Sabu Asal Malaysia Digagalkan
Sabu yang disembunyikan di ban dalam mobil. Foto: Dok/BNN
 
Arman melanjutkan, tim juga menangkap satu penunggu rumah yakni Fadli. BNN selanjutkan melakukan pengembangan dan mencari pelaku lainnya, yang diketahui menggunakan mobil berpelat BK1004VP. 
 
Dia menuturkan, sekitar pukul 17.30 WIB, petugas menemukan mobil incaran tersebut tengah melaju dengan kecepatan tinggi. Namun, saat melakukan pengejaran, mobil petugas dihalangi minibus berpelat B1321KIJ. 
 
"Petugas terus mengejar, dan berhasil menangkap mobil tersebut juga mengamankan dua penumpang atas nama Hanafi dan Amirudin di Jalan Perintis Kemerdekaan Batu Bara. Namun minibus yang menghalangi berhasil kabur," urainya. 
 
Arman menambahkan, petugas kemudian mencari minibus yang kabur ke arah pelabuhan tersebut. Namun tak membuahkan hasil. Dari pengembangkan pelaku, kata Arman, pada 3 Juli 2019, petugas kembali menangkap dua pelaku yakni Zul dan Nazar di area perkebunan sawit, di Teluk Dalam, Asahan. 
 
"Saat mengembangkan ke pelaku lain, tim menemukan kembali minibus BK1321 KIJ yang kabur. Minibus berusaha mencelakai petugas selama pengejaran. Petugas sempat memberi tembakan peringatan tapi tak dihiraukan, sehingga petugas mengarakan tembakan ke mobil," jelasnya. 
 
Arman menerangkan, setelah terjadi kejar-kejaran. Minibus tersebut berhenti, dan sejumlah pelaku melarikan diri. Ketika digeledah, petugas mendapat tiga penumpang yakni Sulaeman, M Yusuf, dan M Yasin. Dua penumpang yakni M Yusuf dan M Yasin mengalami luka-luka. 
 
"M Yasin dinyatakan meninggal, sedangkan M Yusuf masih dirawat di RS Bhayangkara. Kemudian pada 3 Juli, petugas kembali menangkap satu pelaku lain yakni Tarmizi alias Geng," tandasnya. 
 
Tersangka dan barang bukti narkotika, sejumlah kendaraan, dan gawai disita di BNNP Sumatra Utara. Pihaknya masih mengembangkan dan menyelidiki kasus tersebut. 
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif