Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Hatanto Reksodipoetro menegaskan sudah memerintahkan Direktur Pengamanan (Ditpam) BP Batam untuk membongkar seluruh peternakan di sana.
"Permasalahan ini segera kami selesaikan. Seluruh peternakan akan ditertibkan. Pak Budi (Kepala Ditpam) BP Batam sudah saya minta agar ditertibkan," kata Hatanto di acara penandatangan naskah kerjasama Pengamanan Objek Vital Nasional Sektor industri di Batam, Senin (23/1/2017).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Hatanto menyayangkan aktivitas peternakan di Kawasan Hutan Dam Duriangkang masih berkangsung. Seharusnya, kata dia, permasalahan tersebut sudah diselesaikan sebelum era kepemimpinannya.
"Ini sudah tiga tahu lalu, tetapi kok masih ada sampai sekarang. Nah, tahun ini kami akan selesaikan, tak ada lagi yang boleh beternak di sana karena kawasan itu adalah derah resapan air untuk Waduk Duriangkang," ujarnya.
BP Batam, kata Hatanto telah melayangkan peringatan bongkar kepada seluruh peternak tersebut. Surat peringatan bongkar berlaku hingga 19 hari ke depan.
Sekadar diketahui, Waduk Duriangkang adalah sumber air utama bagi masyarakt Batam. Hampir 70 persen masayarakat Batam mengomsumsi air yang diolah dari waduk Duriangkang.
Terpisah, Kepala Ditpam BP Batam, Budi mengatakan pihaknya sudah rapat bersama Tim Terpadu Kota Batam untuk menertibkan seluruh peternak di kawasan tangkapan air Waduk Duriangkang.
"Kami sudah rapatkan. Segera akan ditertibkan karena kami juga tak ingin air di waduk tercemar. Catatan kami, ada sekira 1.800 ekor ternak di kawasan itu," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
