Di musim hujan, beberapa daerah di Sumsel berpotensi banjir, longsor, dan angin puting beliung. Bencana itu berpotensi menimbulkan masalah sosial seperti rawan pangan.
"Jadi bantuannya berupa bahan makanan dan rehabilitasi rumah yang mengalami kerusakan berat akibat bencana," kata Belman di Palembang, Senin (28/12/2015).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Belman mengatakan tak semua korban mendapat bantuan. Sebab bantuan berupa perlindungan sosial pada masyarakat yang benar-benar layak menerimanya.
Di lain tempat, Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel Indra Purnama menjelaskan musim hujan berlangsung di provinsi itu hingga Januari 2016. Curha hujan diperkirakan meningkat mulai dari 200 - 300 milimeter menjadi 300 - 400 milimeter. Curah hujan tersebut kemungkinan bisa menyebabkan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.
Daerah berpotensi terjadinya bencana tanah longsor seperti Kabupaten Lahat, Empat Lawang dan Kota Pagaralam, mengingat daerah tersebut berada di dataran tinggi.
Sedangkan daerah yang kemungkinan berpotensi terjadinya bencana banjir adalah yang berada di kawasan dataran rendah seperti Kota Palembang, abupaten Banyuasin, Ogan Ilir, dan Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Masyarakat di daerah tersebut diimbau agar meningkatkan kewaspadaan dari ancaman bencana itu sehingga diharapkan dampak negatif dari musim hujan dapat dihindari atau paling tidak bisa diminimalkan kerugian harta benda dan korban jiwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
