Kepala BPPT Hammam Riza (helm Biru) saat melihat hasil produksi Rubber airbag buatan Indonesia di Cirebon, Jawa Barat. Medcom.id/Ahmad Rofahan
Kepala BPPT Hammam Riza (helm Biru) saat melihat hasil produksi Rubber airbag buatan Indonesia di Cirebon, Jawa Barat. Medcom.id/Ahmad Rofahan (Ahmad Rofahan)

Bantalan Peluncur Kapal Lokal Bantu Industri Galangan

industri maritim
Ahmad Rofahan • 08 April 2019 18:19
Cirebon: IkatanPerusahaan Industri Galangan Kapal dan Lepas Pantai (Iperindo) menyambut baik rubber airbag (bantalan peluncur kapal) produksi Indonesia. Ketua Iperindo Eddy Kurniawan Logam menyebut pengusaha galangan kapal masih tergantung impor rubber airbag dari Tiongkok.
 
"Karena sebelumnya, Indonesia belum bisa bikin. Jadi 100 persen impor dari Tiongkok,” kata Eddy saat menghadiri acara pengiriman Produk Komersial Perdana Rubber Air Bag Produksi Industri Dalam Negeri di Cirebon, Senin, 8 April 2019.
 
Banyak kelebihan yang dimiliki rubber airbag buatan Cirebon. Pertama, soal harga yang tentunya lebih murah. Walau selisihnya tidak begitu jauh, perusahaan galangan kapal  harus mengeluarkan biaya ongkos kirim, bea masuk dan biaya lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau buatan Indonesia, tentunya harga tersebut bisa lebih ditekan,” ujarnya.
 
Kelebihan lainnya yang didapatkan dari produk rubber airbag lokal ini seputar garansi perawatan. Sistem pembelian yang digunakan ketika membeli rubber airbag dari Tiongkok menggunakan sistem beli putus.
 
“Setelah dibeli, perusahaan dari Tiongkok sudah tidak memiliki tanggung jawab apapun,” katanya.
 
Baca: Indonesia Sudah Bisa Produksi Bantalan Peluncur Kapal
 
Perusahaan galangan yang akan membeli rubber airbag buatan Tiongkok juga harus membelinya secara tunai. Sementara, perusahaan galangan kapal yang membeli rubber airbag buatan Indonesia akan dikerjasamakan dengan perusahan leasing.
 
“Kita akan usahakan itu. Sehingga nantinya, pembayaran pembelian airbag ini, bisa dilakukan dengan mencicil,” ujar Eddy.
 
Ada sekitar 250 galangan kapal di Indonesia dan 150 di antaranya masih aktif. Eddy memperkirakan, baru 70-80 galangan yang sudah memiliki airbag. Sisanya dapat disasar sebagai pangsa pasar rubber airbag buatan anak negeri ini.
 
“Apalagi airbag juga mengalami aus. Sehingga walaupun galangan kapal sudah memiliki airbag, pasti suatu saat harus diganti dengan yang baru,” kata Eddy.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif