Kandang peternak ayam di Gunungkidul yang masih berproduksi. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Kandang peternak ayam di Gunungkidul yang masih berproduksi. Medcom.id/Ahmad Mustaqim (Ahmad Mustaqim)

Peternak Ayam Menanti Solusi Pemerintah

pangan harga ayam
Ahmad Mustaqim • 25 Juni 2019 18:48
Gunungkidul: Peternak ayam di Dusun Gluntung, Desa Patuk, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta rugi besar akibat harga jual anjlok. Mereka berharap pemerintah ikut membantu mencarikan solusi.
 
Seorang peternak di Dusun Gluntung, Supardal mengatakan, pemerintah daerah sempat ikut membantu mencari solusi. Namun, belum ada hasil.
 
"Ada belum lama ini pemerintah (daerah), tapi ya itu harga masih anjlok," kata Supardal di Gunungkidul, Selasa, 25 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harga jual ayam dari peternak ke pedagang saat ini hanya berkisar Rp10 ribu per kilogram. Harga jual dari peternak bahkan sempat di bawah nilai tersebut. Di sisi lain, harga pokok produksi (HPP) sekitar Rp18 ribu per kilogram.
 
Supardal sempat mendapat kabar di media soal anjuran Kementerian Perdagangan (Kemendag) agar peternak membagikan ayam secara cuma-cuma ke masyarakat. Menurut dia, ungkapan itu hanya spontanitas agar masyarakat bisa menikmati.
 
Baca: Besok, Peternak Bagikan 5.000 Ayam Gratis di Yogyakarta
 
Ia meyakini harga ayam akan segera membaik. Supardal meyakini hal itu karena daya beli masyarakat masih tinggi.
 
"(Ungkapan dari Kemendag) itu bukan solusi. Daripada masyarakat beli tinggi, kita jual rendah, (mungkin) salah satu aksi agar berbagai pihak tahu," kata dia.
 
Supardal menyatakan seharusnya pelaku bisnis bisa sama-sama mendapat keuntungan, termasuk peternak. Ketimpangan penghasilan peternak dan  pedagang saat ini sangat ekstrem.
 
Giyono, peternak lain, mengatakan sebagian peternak gulung tikar. Dirinya memilih bertahan meskipun merugi.
 
Ia cemas bisa bangkrut jika kondisi seperti saat ini terus berlangsung. "Kami tetap punya harapan harga ke depan mulai membaik," kata Giyono.
 

 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif