Polda: Jika Ada Bukti Baru Kasus Rizieq Bisa Dilanjutkan
Penghentian Kasus Rizieq agar Ada Kepastian Hukum Ahmad Rofahan • Minggu, 06 May 2018 13:52 WIBpenghinaan lambang negaraJabar Peristiwa TWITTER FACEBOOK GOOGLE+ Penghentian Kasus Rizieq agar Ada Kepastian Hukum Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung B
Cirebon: Polda Jawa Barat secara resmi sudah menghentikan penyidikan kasus penghinaan Pancasila yang dilakukan oleh Rizieq Shihab. Tapi, kasus itu bisa sewaktu-waktu dilanjutkan jika ditemukan adanya bukti baru yang menguatkan.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, kepolisian bisa melakukan penyidikan kembali kasus tersebut jika ditemukan adanya bukti baru. “SP3 itu bukan berarti selesai. Tapi kalau ada bukti baru bisa kita kembali lanjutkan penyidikan,” kata Agung di Cirebon, Minggu 6 Mei 2018.

Baca: Kasus Rizieq di Polda Jabar Kurang Bukti


Agung menjelaskan, diterbitkannya Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) oleh Polda Jabar, karena untuk kepastian hukum, terhadap kasus yang disangkakan kepada Rizieq Shihab. 

Menurutnya, dalam supremasi hukum, tidak boleh adanya penggantungan kasus. Karena hingga saat ini belum ditemukan adanya bukti kuat terkait penodaan Pancasila sehingga penyidik mengeluarkan SP3. 

“Ini semata-mata untuk memberikan kepastian hukum. Karena tidak boleh digantung,” kata Agung.

Rizieq disangkakan melanggar Pasal 154-A Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Penistaan Simbol Negara dan Pasal 320 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik.
 
Kasus ini berawal dari laporan yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri ke Badan Reserse Kriminal Polri. Sukma melaporkan Rizieq atas tuduhan telah menghina Presiden RI Sukarno dan menghina Pancasila. Tuduhan penghinaan tersebut berdasarkan video Rizieq saat ia berceramah di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, pada 2011.



(ALB)