Wakil Kepala Sekolah bagian Humas SMAN 9 Kabupaten Tangerang, M Fatoni Abus Salam (kanan), Jumat, 22 Maret 2019.Medcom.id/ Hendrik Simorangkir.
Wakil Kepala Sekolah bagian Humas SMAN 9 Kabupaten Tangerang, M Fatoni Abus Salam (kanan), Jumat, 22 Maret 2019.Medcom.id/ Hendrik Simorangkir. (Hendrik Simorangkir)

Enam ASN Tidak Netral Sudah Mengajar Lama di SMAN 9 Tangerang

pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Hendrik Simorangkir • 22 Maret 2019 18:48
Tangerang: Pemecatan menimpa enam guru honorer di SMAN 9 Kronjo, Kabupaten Tangerang karena berpose dua jari serta memamerkan stiker pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
 
Saat didatangi Medcom.id di SMAN 9 Kabupaten Tangerang, keenam guru honorer tersebut sudah tidak berstatus sebagai pengajar. Keenamnya saat ini hanya bisa berdiam diri di rumah menunggu informasi lanjutan dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi Banten.
 
Baca: Enam ASN di Tangerang Dipecat Karena Tidak Netral

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sudah tidak aktif. Sejak foto itu viral di mana-mana akhirnya ada surat pemberhentian untuk mereka dari provinsi. Kalau kami masih ingin mereka balik lagi, karena mereka semua sudah mengabdi di sekolah (SMAN 9) terhitung lama," kata Wakil Kepala Sekolah bagian Humas SMAN 9 Kabupaten Tangerang, M Fatoni Abus Salam kepada Medcom.id, Jumat, 22 Maret 2019.
 
Fatoni menjelaskan, salah satu guru honorer berinisial H saat itu hendak berangkat mengajar pada Senin, 18 Maret 2018 sekira pukul 07.00 WIB. Namun, sebelum tiba di sekolah H melipir sejenak di warung untuk membeli keperluannya.
 
Fatoni melanjutkan, H pun bertemu temannya dan memberikan stiker Prabowo-Sandi lantaran temannya tersebut baru pulang dari lokasi kampanye Prabowo di Serang, Minggu, 17 Maret 2019.
 
"Di warung itu dia dikasih oleh-oleh stiker sama temannya yakni stiker dengan tulisannya Prabowo-Sandi. Saat tiba di sekolah, dia bagikan dan pamer ke teman-teman gurunya itu di sekolah," beber Fatoni.
 
Di saat yang bersamaan, Tonton mengatakan, ada guru honorer lainnya berinisial MK membawa handphone barunya. MK bersama ke lima rekan sejawatnya termasuk H langsung berswafoto sambil membawa stiker tersebut.
 
"Nah karena handphone baru, biasalah langsung cobain kamera sambil bawa stiker itu. 'Selfie-selfie dong ayok pake hanphone baru' kata MK kepada H," beber Fatoni.
 
Menurut Fatoni, foto tersebut tidak secara sengaja disebarkan oleh MK, sang pemilik handphone, ke media sosial dan hanya ia simpan sebagai kenangan pribadi. Namun, ia menambahkan, kecelakaan terjadi pada hari Selasa, 20 Maret 2019 sekira pukul 06.00 WIB. Saat itu handphone baru milik MK berada di tangan anaknya yang masih balita.
 
"Foto tersebut tak sengaja tersebar karena keisengan dari anak MK yang sedang bermain handphone ibunya dan tersebar foto tersebut. Kita enggak tahu disebarnya apakah lewat WhatsApp atau apa, pokoknya kesebar saja. Itu awalnya anaknya lagi lihat-lihat Youtube, mungkin fotonya kesebar enggak sengaja. Viral akhirnya," jelasnya.
 
Paginya sekira pukul 08.00 WIB, Tonton menjelaskan, foto tersebut sudah tersebar di media sosial, sontak viral. Pukul 10.00 WIB. "Langsung di hari Kamis, mereka berenam langsung diberhentikan, setelah menerima surat keputusan pemberhentian dari Dindik Provinsi Banten," ucap Fatoni.
 
Namun, dari surat pemecatan terhadap keenam guru honorer SMAN 9 Kabupaten Tangerang yang diterima Medcom.id, kesemuanya dibebastugaskan sejak Selasa, 19 Maret 2019. Surat tersebut dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten tentang Pencabutan Penugasan Guru Bukan ASN pada SMA Negeri 9 Kabupaten Tangerang.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif