Lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF) membantu manusia dalam pengelolaan sampah dan sebagai pakan ternak (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
Lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF) membantu manusia dalam pengelolaan sampah dan sebagai pakan ternak (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba) (Gervin Nathaniel Purba)

Lalat BSF, Bantu Atasi Permasalahan Sampah dan Bernilai Ekonomis

puspiptek
Gervin Nathaniel Purba • 28 Desember 2018 09:45
Depok: Lalat dianggap sebagai binatang menjijikkan karena memindahkan bakteri yang didapatnya dari berbagai tempat kotor ke atas makanan, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan bagi manusia.
 
Namun, ada satu jenis lalat yang membawa manfaat. Ia adalah lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF). 
 
CEO Biomagg Indonesia Aminudi menjelaskan lalat BSF lebih bersih daripada jenis lalat lainnya. Lalat BSF tidak hinggap di sampah seperti lalat hijau. Jika lalat hijau langsung hinggap dan bertelur di sampah, sebaliknya lalat BSF bertelur di sekitar sampah. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lalat BSF bertelur di sekitar sampah. Dia meletakkannya di tempat kering dan bersih. Berbeda dengan lalat hijau," ujar Amin, saat ditemui di Jalan Koperasi Raya, Komplek Koperasi, Kelurahan Curg, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis, 27 Desember 2018.
 
Selain itu, lalat BSF tidak memiliki mulut. Dia hanya memiliki alat pengecap untuk memperoleh cairan dari tempat yang lembab. Dengan demikian, lalat BSF berbeda dengan lalat hijau yang membawa virus dan bakteri dari mulutnya. 
 
Lalat BSF dewasa hanya hidup sembilan hari. Selama hidupnya, lalat BSF hanya kawin dan bertelur. Setelah proses berkembang biak, lalat jantan akan mati terlebih dahulu.
 
"Selang satu atau dua hari, lalat betina akan bertelur, kemudian mati," ujar Amin.
 
Larva dari lalat BSF ini dimanfaatkan oleh Biomagg Indonesia untuk mengolah sampah organik. Sampah organik merupakan makanan utama dari mini larva tersebut setiap hari.  Sistem kerjanya, sampah akan dikonsumsi oleh maggot. Kemudian, maggot yang sudah dikumpulkan akan dijadikan pakan untuk unggas dan ikan lele. 
 

CEO Biomagg Indonesia Aminudi (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
Ini merupakan terobosan untuk mendaur ulang sampah dan menjadi solusi di tempat pembuangan akhir (TPA) yang sampahnya mulai menggunung. 
 
Manager Operasional Biomagg Indonesia Pandudamai mengatakan mini larva tersebut bisa mengonsumsi sampah selama dua minggu. Dalam perhitungannya, 10 gram telur (larva yang sudah menetas) bisa mengonsumsi 100-150 kilogram (kg) sampah organik per hari.  
 
"Di komplek perumahan (Komplek Koperasi, Depok), skala 450-500 kg sampah bisa hilang. Jadi bisa panen maggot 10 persen setiap hari," ujar Pandu, sapaannya. 
 
Mini larva akan berubah menjadi magot (belatung atau larva lalat BSF) selama delapan hingga 17 hari. Dari jumlah maggot secara keseluruhan, 90 persennya akan disisihkan untuk pakan ternak dan ikan, lalu 10 persennya lagi untuk dijadikan lalat lagi agar bertelur. 
 
Magot mengandung protein tinggi, 19 asam amino, dan 11 mineral, sehingga diklaim sangat cocok untuk pakan ternak dan ikan. Di Biomagg, magot digunakan untuk pakan bebek, ayam, dan lele.
 

Maggot (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
Saat ini, Biomagg mempunyai 400 ekor bebek, 400 ekor ayam, dan 1.500 ekor ikan lele. Perputaran uang Biomagg didapatkan dari hasil jual unggas.
 
"Satu ekor dijual Rp45 ribu hingga Rp47 ribu per eko. Kalau panen bisa jual 500 ekor. Orang pasar yang ambil ke sini," kata Pandu.
 
Untuk maggot yang dijadikan pakan, pada hari ke-18 akan menghitam dan mulai berhenti bergerak memasuki pre pupa. Proses pupa berlangsung selama 18-21 hari. 
 
"Saat pupa, kami masukkan ke kandang. Kemudian menjadi lalat, lalu kawin agar bertelur lagi," katanya.
 
Ke depan, Biomagg Indonesia tidak hanya fokus mengembangkan maggot untuk pengolahan sampah dan kebutuhan pakan ternak, namun juga mulai mempelajari memanfaatkan maggot untuk menghasilkan produk kesehatan.  
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi