Biomagg meluncurkan pengolahan sampah organik berbasis masyarakat di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis, 27 Desember 2018 (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
Biomagg meluncurkan pengolahan sampah organik berbasis masyarakat di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis, 27 Desember 2018 (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba) (Gervin Nathaniel Purba)

Jasindo Gelontorkan Dana CSR Dukung Pembudidayaan Belatung

puspiptek
Gervin Nathaniel Purba • 27 Desember 2018 19:31
Depok: Sejumlah tenant binaan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) dan Balai Inkubator Teknologi BPPT menunjukkan kemajuan. Salah satunya, Biomagg. Ia menghasilkan inovasi yang berdampak baik terhadap pemberdayaan lingkungan.
 
Inovasi itu berupa pengembangan olahan sampah organik menggunakan belatung (larva lalat tentara hitam/BSF) atau maggot. Sistem kerjanya, sampah akan dikonsumsi oleh maggot. Kemudian, maggot yang sudah dikumpulkan akan dijadikan pakan untuk unggas dan ikan lele. 
 
Upaya tersebut bisa menjadi solusi bagi para peternak yang kerap kesulitan mendapatkan pakan dan solusi untuk masalah penumpukan sampah yang sulit diatasi di kota-kota besar. Hasil inovasi tersebut memberikan keuntungan ke lintas sektor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini yang membuat PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo (Persero) memberikan bantuan dana sebesar Rp100 juta untuk mendukung pengembangan Biomagg. Dana tersebut merupakan dana program kemitraan bina lingkungan (PKBL). 
 
Dari dana tersebut, Biomagg berhasil mengembangkan kapasitas produksinya dan meluncurkan pengolahan sampah organik berbasis masyarakat, di Jalan Koperasi Raya, Komplek Koperasi, Kelurahan Curg, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pada Kamis, 27 Desember 2018.
 
Proses peluncuran ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kepala Biro Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Jasindo (Persero) Reni Rizal, didampingi Kepala Balai Inkubator Teknologi (BIT) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Anugerah Widiyanto, dan CEO Biomagg Indonesia Aminudi.
 
Jasindo Gelontorkan Dana CSR Dukung Pembudidayaan Belatung
Kepala Biro Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Jasindo (Persero) Reni Rizal (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
Kepala Biro Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Jasindo (Persero) Reni Rizal mengatakan Biomagg memenuhi tiga kriteria untuk mendapatkan dana PKBL dari PT Jasindo, yakni memberikan dampak pada perekonomian, lingkungan, dan daya guna masyarakat.  "Ketiganya dimiliki Biomagg. Selamat untuk Biomaag," ujar Reni.
 
Reni menilai upaya yang dilalukan Biomagg merupakan suatu terobosan yang besar. Ke depan, Reni berharap Biomagg dapat mengatasi permasalahan sampah di berbagai wilayah.
 
"Bukan cuma Depok, tapi provinsi lain juga. Supaya permasalahan sampah di Indonesia bisa diatasi," ujarnya.
 
Manager Operasional Biomagg Indonesia Pandudamai menjelaskan dari peluncuran program ini pihaknya mengajak warga di Komplek Koperasi untuk mengumpulkan sampah organik ke Biomagg. Penyaluran sampah tidak dipungut biaya.
 
Jasindo Gelontorkan Dana CSR Dukung Pembudidayaan Belatung
Maggot (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
"Nantinya, setiap warga yang rajin mengirimkan sampah akan mendapatkan penghargaan. Misalnya, kami berikan daging bebek dan bibit. Ini hasilnya," kata Pandu, sapaannya.
 
Menurut Pandu, yang menjadi tantangan adalah masih belum ada kesadaran dari warga untuk memisahkan sampah organik dan non-organik. Sampah non-organik, seperti plastik tidak akan dikonsumsi oleh magot.
 
"Untuk itu kami perlu sosialisasi terus-menerus. Sosialisasi tidak bisa dilakukan hanya sekali," kata Pandu.
 
Jasindo Gelontorkan Dana CSR Dukung Pembudidayaan Belatung
Kepala BIT BPPT Anugerah Widayanto (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
Pada kesempatan yang sama, Kepala BIT BPPT Anugerah Widayanto mengatakan BIT BPPT selaku co-inkubator Biomagg, beperan dalam membantu akses pemasaran dan akses pembiayaan. BPPT membantu Biomagg untuk diperkenalkan dengan perusahaan di Jepang dan Korea Selatan.
 
"Kami mempunyai tugas untuk menghilirisai hasil penelitian untuk bisa dijadikan pendongkrak daya saing," ujar Anugerah.
 
Dia menambahkan, ke depan BIT BPPT bersama Biomagg Indonesia akan fokus pada pemberdayaan masyarakat. Selain itu, pengemasan branding juga menjadi perhatian serius agar dapat memasarkan lebih mudah.
 
"Arah kita memang pemberdayaan masyarakat dan fokus pada ramah lingkungan. Bergantung daerah operasi," ucap Anugerah.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi