NEWSTICKER
Puluhan Mak-mak berunjuk rasa di TPA Burangkeng, Setu, Kabupaten Bekasi. Antonio/Medcom.id
Puluhan Mak-mak berunjuk rasa di TPA Burangkeng, Setu, Kabupaten Bekasi. Antonio/Medcom.id (Antonio)

Warga Burangkeng Kembali Tuntut Uang Kompensasi

sampah lingkungan hidup
Antonio • 15 Maret 2019 13:56
Bekasi: Ratusan warga yang didominasi kaum hawa di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menggeruduk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Jumat, 15 Maret 2019. Mereka menuntut agar Pemkab Bekasi memenuhi tuntutan warga untuk memberikan kompensasi berupa uang bau.
 
Aksi tersebut juga digelar lantaran mereka mendapatkan informasi bahwa Pemkab Bekasi akan membuka paksa TPA Burangkeng karena telah ditutup selama 12 hari itu. 
 
Anggota Tim 17 Desa Burangkeng, Tridjoko Siamtoro mengatakan, warga menuntut keadilan agar mendapatkan kompensasi berupa uang dari Pemkab Bekasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bencana sampah di Kabupaten Bekasi baru 12 hari, sementara di sini 23 tahun. Kenapa selama itu Desa Burangkeng tidak dikatakan bencana? Kita tuntut keadilan. Tuntut hak kita," kata dia dalam orasinya di Bekasi, Jumat 15 Maret 2019.
 
Dirinya mengungkapkan, perwakilan warga yang tergabung dalam Tim 17 telah bertemu sebanyak tiga kali dengan Pemkab Bekasi namun tidak menemui kesepakatan. 
 
Karena, Pemkab Bekasi tidak sepakat dengan kompensasi dalam bentuk uang dan hanya dapat memenuhi kompensasi dalam bentuk pembangunan infrastruktur disekitar wilayah desa tersebut.
 
"Kalau kompensasi dalam bentuk uang tidak diberikan, kami tarik mundur (walk out). Pertemuan terakhir kita walk out. Mudah-mudahan niatan kita bersama untuk mendapat hak disetujui," katanya.
 
Baca: Warga Tuntut TPS Burangkeng Bekasi Ditutup
 
Berdasarkan informasi, pejabat terkait di Desa Burangkeng dipanggil ke Gedung Bupati Bekasi untuk mengikuti rapat mengenai TPA Burangkeng.
 
Sebelumnya, warga sudah beberapa kali melakukan rapat bersama dengan Pemkab Bekasi namun tidak menemui hasil. Sehingga, sampai dengan saat ini TPA Burangkeng masih belum beroperasi.
 
Selain itu, aksi warga untuk menuntut agar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng di Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat ditutup sudah dilakukan sejak Senin 4 Maret 2019 silam. Warga juga menuntut agar TPA segera dipindah ke kecamatan lain.
 
Warga setempat menuntut penutupan TPA yang telah overload itu bersama dengan Tim 17 atau Tim Penerima dan Penyampaian Aspirasi Masyarakat Desa Burangkeng. Tim itu dibentuk kepala Desa Burangkeng untuk mengawal aspirasi masyarakat terkait TPA.
 
Ketua Tim 17, Ali Gunawan mengatakan, warga sekitar kerap terdampak keberadaan TPA Burangkeng. Namun, hal itu tidak beriringan dengan pembangunan untuk warga sekitar.
 
"Tutup TPA dan pindah ke kecamatan lain. Tiap hari kita diberi sampah tapi tidak pernah ada perhatian apapun. Kompensasi dan infrastruktur juga tidak ada," kata Ali dalam orasinya di Bekasi.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif