Polri Minta Maaf kepada Keluarga Korban Kerusuhan

Kautsar Widya Prabowo 10 Mei 2018 08:49 WIB
kerusuhan penjara
Polri Minta Maaf kepada Keluarga Korban Kerusuhan
Wakapolri Komjen Syafruddin (tengah) didampingi Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto dan Kabag Penum Polri Brigjen M Iqbal saat konferensi pers di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Depok: Wakapolri Komjen Syafruddin meminta maaf atas peristiwa kerusuhan di rumah tahanan (rutan) cabang Salemba, Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Ia menilai, peristiwa ini telah merugikan banyak pihak.

"Polri memohon maaf kepada keluarga korban, anak, istri, dan orangtua. Karena institusi Polri tidak sempat menyelamatkan jiwa dan raga yang gugur," kata Wakapolri Komjen Syafruddin saat konferensi pers di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis, 10 Mei 2018.

Baca: Wakapolri: 90 Persen Napiter Menyerahkan Diri


Korps Bhayangkara telah melakukan segala upaya untuk menyelamatkan personel yang ditawan. Namun, pendekatan persuasif yang dilakukan Polri tak membuahkan hasil yang baik. 

Pendekatan persuasif pun diambil karena Polri kerap disorot menggunakan isu hak asasi manusia (HAM). "Dan upaya itu tidak berhasil," tambah Syafruddin.

Jenderal bintang tiga itu menyebut, insiden di rutan cabang Salemba menyedot perhatian banyak pihak, termasuk internasional. Ia menilai, meski menjadi korban, Polri tetap meminta maaf karena insiden ini telah meresahkan publik.

"Mohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia serta bangsa dan negara, karena seluruh rakyat terganggu atas kejadian ini," kata mantan ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu.

Polri berhasil menanggulangi perlawanan narapidana teroris yang sebelumnya menguasai rutan cabang Salemba, Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, sekitar pukul 07.15 WIB. Kini, petugas sedang melakukan finalisasi penyerahan diri narapidana teroris.

Baca: Bripka Iwan Sarjana Luka Lebam di Wajah

Sekitar 90 persen dari total 155 narapidana terorisme telah menyerahkan diri. Sekitar pukul 07.00 WIB, terdengar beberapa rentetan tembakan dari dalam kawasan Mako Brimob. Jenderal bintang tiga itu mengatakan, rentetan tembakan itu merupakan upaya penanggulangan yang dilakukan petugas.

Karena, narapidana terorisme masih memiliki senjata api yang dirampas dari petugas yang gugur saat kerusuhan beberapa hari lalu. Upaya ini dilakukan untuk memastikan narapidana teroris tak berbuat macam-macam.

"Tapi kita pastikan tidak ada korban jiwa," kata Syafruddin.







(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id