Hari Kurniawan, ayah tiri pelaku penyiksa balita digiring petugas ke dalam bui.
Hari Kurniawan, ayah tiri pelaku penyiksa balita digiring petugas ke dalam bui. (Octavianus Dwi Sutrisno)

Mabuk, Ayah Banting Anak Tiri hingga Tewas

kekerasan anak penyiksaan anak
Octavianus Dwi Sutrisno • 12 Februari 2019 13:30
Depok: Hari Kurniawan, penyiksa anak tiri, pasrah saat digiring penyidik Satuan Reserse Kriminal Unit Perempuan Dan Anak, Polresta Depok. Hari ditangkap lantaran tega membanting anak tirinya, NFD, 2, hingga tewas.
 
Hari dalam keadaan mabuk ketika berlaku keji. Emosinya juga sedang menggunung lantaran ribut mulut dengan sang istri. Kepala Hari tambah `berat` karena juga ada persoalan ekonomi.
 
"Istri pilih kasih. Kami nikah, dalam kondisi sama-sama bawa anak," kata Hari di halaman Mapolresta Depok, Selasa 12 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut pria yang berprofesi sebagai pengamen jalanan di wilayah Cibubur, itu tragedi penyiksaan tersebut dilakukannya secara spontan. Hari pun mengaku, seperti ada bisikan yang menyuruhnya untuk membanting korban.
 
"Dia (korban), sedang jongkok saya angkat tangannya terus saya lempar. Bini (istri) ngomel dia malahan mukul anak saya juga kok, yang saat itu ada di dalam kontrakan," bebernya.
 
Baca: Polisi Ungkap Kronologi Ayah Tiri Banting Balita Hingga Tewas
 
Hari mengutarakan penyesalannya, dan merasa kasihan kepada korban. Namun dirinya berdalih tidak ada maksud menyakiti ataupun membunuh bocah malang tersebut.
 
"Saya tidak membanting, hanya melempar itu juga ada kasurnya. Waktu itu sih, sepertinya engga apa-apa," kata Hari sambil tertunduk.
 
Sementara itu, Wakapolresta Depok AKBP Arya Perdana menuturkan tersangka menganiaya korban sebanyak dua kali yaitu pada Rabu, 6 Februari dan Jumat, 8 Februari 2019. Adapun motif penyiksaan tersebut, karena permasalah rumah tangga.
 
"Dari keterangan pelaku, mereka sudah beberapa hari terlibat adu mulut. Pada kejadian yang pertama, pelaku membanting korban di depan istrinya. Nah, istrinya juga membalas dengan memukul anak pelaku," katanya.
 
Selanjutnya, pada kejadian yang kedua dilakukan pelaku ketika istrinya sedang tidak ada di rumah. Mirisnya, selain dibanting balita tersebut juga dipukul.
 
"Jadi pasutri ini, sama-sama ngamen. Saat istrinya ngamen, pelaku menunggu di kontrakan karena terlalu lama tidak pulang - pulang, dia kesal lalu mencubit, memukul dan kembali membanting korban lagi. Sempat dibawa ke dokter, namun tidak tertolong," katanya.
 
Arya menjelaskan, berdasarkan hasil visum autopsi terhadap NFD diketahui bayi itu meregang nyawa setelah ada cairan yang keluar dari kepalanya.
 
"Hasil visum sementara, yang menyebabkan kematian adalah cairan yang merembes dari kepala korban. Selain itu, ada tanda - tanda penganiayaan di tubuh korban," pungkasnya.
 
Atas perbuatannya, Heri Kurniawan kini telah mendekam dibalik jeruji besi Mapolresta Depok. Pria bertato ini diganjar Pasal 80 ayat 2,3,4 UU RI No. 35 thn 2014 tentang Perlindungan Anak jo 351 ayat 3 KUHP atas perbuatan pidana Penganiayaan Terhadap Anak Dibawah Umur hingga meninggal dunia.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif