Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal. (P Aditya Prakasa)

Polisi Sebut Jurnalis yang Ditangkap Tidak Menunjukan Identitas

may day hari buruh kekerasan terhadap wartawan
P Aditya Prakasa • 01 Mei 2019 18:38
Bandung: Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema menyebut insiden penganiayaan yang dilakukan anak buahnya terhadap dua jurnalis di kawasan Gedung Sate, Bandung, karena salah paham. Irman mengatakan, anak buahnya tersebut tidak mengetahui jika yang ditangkap adalah dua orang jurnalis yang sedang melakukan peliputan aksi buruh.
 
"Mereka tidak menunjukan identitas kan, mereka (sekelompok remaja) ada juga yang mengambil gambar. Jadi kita tidak tahu mana yang jurnalis atau bukan," kata Irman saat dikonfirmasi, Rabu, 1 Mei 2019.
 
Baca: Dua Jurnalis di Bandung Diduga Dianiaya Oknum Polisi

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perkataan Irman tersebut berbanding dengan pernyataan jurnalis freelance bernama Iqbal Kusumadireza (Reza) yang menjadi korban.
 
Saat dipiting, Reza dibentak oknum polisi dengan pertanyaan 'dari mana kamu?' Reza langsung menjawab 'wartawan' sambil menunjukan kartu identias. Lalu polisi tersebut malah mengambil kamera yang dipegang Reza sambil menginjak lutut dan tulang kering kaki kanannya berkali-kali. 
 
"Sebelum kamera diambil juga udah ditendang-tendang. Saya memepertahankan kamera saya. Sambil bilang saya jurnalis," kata Reza dalam keterangan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung.
 
Setelah menguasai kamera Reza, polisi tersebut menghapus sejumlah gambar yang sudah diabadikan Reza. Sementara di tempat yang sama, seorang fotografer media Tempo bernama Prima Mulia mengaku disekap oleh tiga orang polisi hingga mendapat ancaman verbal.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif