Cara Ridwan Kamil Cegah Warga Jabar Jadi TKI
(tengah) Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil)
Bandung: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) memiliki segudang program untuk mengikis niat masyarakat pergi keluar neger untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Program satu perusahaan di setiap desa akan menjadi program unggulan Emil saat memimpin Jabar lima tahun kedepan.

Kasus yang menimpa Tuti Tursilawati, salah seorang TKI asal Kabupaten Majalengka yang divonis hukuman mati oleh Pemerintah Arab Saudi, menjadi perhatian khusus dan menguatkan Emil untuk segera menjalankan program di setiap desa. 

"Jadi saya akan cari sampai ke akarnya, kenapa ribuan warga rela pergi untuk sesuap nasi," ujar Emil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis 1 November 2018.


Baca: Arab Saudi Eksekusi Mati WNI Tuti Tursilawati

Melalui program satu perusahaan di setiap desa, lanjut Emil, akan mengurangi ketimpangan antara desa dan kota yang selama ini terjadi. Pasalnya sebagian besar warga di desa rela hijrah ke kota bahkan ke luar negeri untuk mencari pekerjaan yang selama ini sulit didapatkan di desa.

"Desa akan menjadi perhatian selama lima tahun. Tujuannya untuk mengurangi ketimpangan antara desa dan kota," sambungnya.

Dengan program tersebut, Emil berharap warga di pedesaan mendapat pekerjaan yang layak untuk memenuhi kebutuhan hidup. Emil pun menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk membuat gagasan serta memetakan komoditas yang ramai di pasar untuk digarap oleh setiap desa di Jabar.

"IPB akan mencarikan komoditas yang ramai di pasar, seperti telur, jeruk nipis, ikan lele dan sebagainya. Setelah dibutuhkan, perusahaannya akan dimitrakan sebagai pembeli, baru dicari dimana produksinya," beber mantan Wali Kota Bandung ini.

Baca: Timur Tengah, Kawasan 'Favorit' TKI asal Majalengka

Selain itu, Emil pun akan segera menggulirkan program kredit masyarakat sejahtera (kredit mesra) yang bisa digunakan warga untuk perbantuan permodalan berbagai usaha.

"Kalau butuh modal? Ada kredit mesra. Tinggal datang ke masjid, rajin beribadah, terus temui DKM untuk minta rekomendasi. Nanti akan ada bank yang datang untuk berikan modal sampai Rp30 juta," ungkapnya.

Emil pun mengaku sangat sedih mengetahui ada warga Jabar yang dieksekusi hukuman mati karena diduga melakukan tindakan kriminal di Arab Saudi. 

"Saya berharap, tidak ada lagi seperti ini, saya sedih. Jadi saya akan cari sampai ke akarnya, kenapa ribuan warga rela pergi untuk sesuap nasi," tegas Emil.



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id