Dewan Sebut Perpustakaan Mini Tak Cocok di Trotoar

Roni Kurniawan 29 November 2018 17:29 WIB
perpustakaan
Dewan Sebut Perpustakaan Mini Tak Cocok di Trotoar
Perpustakaan jalanan atau street library yang berada di atas trotoar Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat. Medcom.id/Roni Kurniawan
Bandung: Pemerintah Kota Bandung gencar mempromosikan gerakan baca buku. Salah satu caranya memberi akses masyarakat ke buku dengan menghadirkan perpustakaan mini di jalanan, atau Street Library.

Walau demikian, perpustakaan mini tersebut justru dinilai tidak efektif karena berada di pinggir jalan. Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung Ahmad Nugraha mempertanyakan kajian Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung terkait program ini.

"Tentunya penempatan kios di trotoar ini apakah mereka nyaman untuk membaca atau tidak, kemudian apakah mereka membaca itu sekedar sekilas, atau hanya membutuhkan informasi," kata Ahmad saat dihubungi via telepon seluler, Kamis 29 November 2018.


Ahmad menuturkan, kemampuan masyarakat untuk membaca berbeda-beda tingkatan. Pasalnya Ahmad menilai tidak semua masyarakat bisa nyaman membaca buku di tempat keramaian termasuk pinggir jalan utama.

"Kan tidak semua orang berkemampuan membaca di tempat yang ramai. Banyak yang ingin membaca di tempat yang nyaman," tuturnya.

Baca: Perpustakaan Mini di Bandung Belum Beroperasi

Street library saat ini telah hadir di atas trotoar Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Kawasan tersebut merupakan paling ramai kendaraan lalu lalang. Terutama pada sore hari dan akhir pekan.

"Membaca di pinggir jalan itu juga harus dilihat dari segi kesehatannya dengan sambil mengisap asap knalpot kendaraan yang tidak baik. Saya juga tidak mengerti membaca di trotoar itu apa," bebernya.

Ia lebih menyarankan perpustakaan mini ditempatkan di taman-taman tematik yang telah dibangun. Pasalnya, taman menjadi tempat yang strategis bagi masyarakat untuk meningkatkan minat membaca dibandingkan trotoar.

"Karena di taman taman mereka bisa berkumpul, membaca, diskusi bagi anak anak sekolah, mahasiswa. Ketimbang taman taman ini ditempatkan untuk kencan mencari jodoh," ungkapnya.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id