Entih, saat ditemui dirumahnya, RT 1 RW 1, Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, 10 Juli 2019.. Medcom
Entih, saat ditemui dirumahnya, RT 1 RW 1, Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, 10 Juli 2019.. Medcom (Rizky Dewantara)

Cerita Satu Keluarga di Bogor Sempat Lumpuh Akibat Chikungunya

virus chikungunya
Rizky Dewantara • 10 Juli 2019 17:42
Bogor: Satu keluarga di Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terjangkit virus chikungunya. Virus berasal dari nyamuk aedes aegypti ini menyebabkan seluruh keluarganya lumpuh.
 
Entih, 70, Ibu rumah tangga di desa tersebut mengaku, hampir seluruh keluarga dan dirinya terjangkit virus chikungunya sejak Mei 2019. Kedua anak, menantu, dan cucunya lumpuh mulai dari bawah pinggang, lengan tangan, dan hampir seluruh tubuh.
 
"Sejak lebaran sakitnya, tidak serentak satu keluarga kena," kata Entih, saat ditemui di rumahnya, RT 1 RW 1, Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, 10 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 80 Warga Desa Pasarean Bogor Terjangkit Chikungunya
 
Menurut Entih, sejak menderita chikungunya badannya tidak bisa bergerak. Sampai untuk ibadah pun dirinya tidak bisa berdiri.
 
"Parahnya lagi buang air pun tidak sanggup untuk melangkah ke kamar mandi alhasil saya sering ngompol," akunya.
 

Cerita Satu Keluarga di Bogor Sempat Lumpuh Akibat Chikungunya
 
Entih mengaku saat ini keadaannya telah membaik. Dokter telah memberikan obat nyeri untuk mengurangi rasa sakit. 
 
"Dokter hanya memberikan obat pereda nyeri. Parahnya saat bulan puasa, saat kumat yang saya rasa gatel, demam, menggigil, nyeri-nyeri bahkan sampai tidak bisa berdiri," keluhnya.
 
Baca: Mengenal Penyakit Chikungunya
 
Pipin Lutfiah, 36, putri dari Entih mengatakan penyakit chikungunya yang diderita keluarganya hampir dirasakan oleh seluruh warga RT 1 RW 1, Desa Pasarean. 
 
"Mei 2019 lalu, warga di sini mengalami gejala penyakit yang sama. Nyeri di seluruh badan, kami sudah ke dokter dan bidan terdekat, kata dokter tidak bisa diketahui sampai kapan penyakit ini sembuh, jadi hanya diberi obat pereda nyeri," jelasnya. 
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif