Foto: Peringatan Hari Air Sedunia di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat/ANT_Fahrul Jayadiputra
Foto: Peringatan Hari Air Sedunia di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat/ANT_Fahrul Jayadiputra (Ismail)

Aktivis Lingkungan Tolak Alih Fungsi Lahan Rancaekek

hari air sedunia
Ismail • 22 Maret 2015 15:21
medcom.id, Bandung: Aktivis Lingkungan di Bandung, Jawa Barat menolak keras wacana Pemerintah Provinsi Jawa Barat yakni alih fungsi lahan pertanian di Rancaekek, Kabupaten Bandung menjadi kawasan industri.
 
Hal ini disampaikan dalam peringatan Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret. Para aktivis lingkungan menilai alih fungsi lahan sangat bertentangan dengan program Presiden Joko Widodo yakni swasembada pangan.
 
"Wacana pemerintah mengailh fungsikan dan membeli lahan produktif pertanian yang terpapar limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) di Rancaekek merupakan langkah yang tidak tepat karena hanya akan mengalihkan dan menambah masalah," kata Ketua Aktivis Paguyuban Warga Peduli Lingkungan (Pawapeling) Bandung Raya, Adi Mulyadi di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ahad (22/3/2015).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setidaknya 1.200 hektare lahan padi di Rancaekek tercemar limbah industri tekstil. Diperkirakan kerugian akibat pencemaran air dan tanah ini mencapai Rp3,65 miliar per tahun. Sehingga para aktivis lingkungan sangat mengkhawatirkan lahan pertanian di Rancaekek semakin tercemar apabila dijadikan kawasan industri.
 
"Rancaekek merupakan penghasil padi kelas satu terbaik di Jawa Barat, sehingga menjadi semangat kami untuk menjaga, memulihkan, dan melestarikan lahan sawah yang tercemar limbah bahan berbahaya dan beracun. Termasuk mendorong pemerintah Joko Widodo untuk swasembada pangan di Indonesia," ujar Adi.
 
Selain penghasil padi terbaik, dahulu Rancaekek juga dikenal sebagai lahan terbaik penghasil ikan. Namun limbah industri mencemari tanah dan kolam ikan di Rancaekek.
 
"Ini harus menjadi perhatian dan juga bahan pertimbangan pemerintah untuk mengalih fungsikan lahan di sini. Karena bisa dibayangkan penduduk di Rancaekek yang notabene petani penggarap jika lahan persawahan tidak ada, dipastikan mereka tidak akan punya pekerjaan," imbuh dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(TTD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif