Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal. (Rizky Dewantara)

Dinkes Bogor Imbau Masyarakat Lebih Waspada Chikungunya

virus chikungunya
Rizky Dewantara • 10 Juli 2019 18:13
Bogor: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor menyebar surat edaran ke setiap puskesmas untuk meningkatkan kewaspadaan terkait merebaknya chikungunya yang disebarkan nyamuk Aedes Aegypti.
 
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular (P2M), Agus Fauzi mengatakan masyarakat harus lebih giat untuk mencegah penyakit tersebut merebak.
 
"Kami memberikan pelayanan dan sosialisasi terkait kegiatan promotif rehabilitatif dan preventif ke setiap petugas dan masyarakat perihal virus chikungunya," kata Agus saat dihubungi Medcom.id Rabu, 10 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 80 Warga Desa Pasarean Bogor Terjangkit Chikungunya
 
Agus menjelaskan upaya yang sudah dilakukan Dinkes Kabupaten Bogor sejak Mei hingga Juli 2019 yaitu promotif atau penyuluhan Menutup, Menguras dan Mengubur (3M).
 
Menurut Agus pihaknya juga melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) dan melakukan penyelidikan epitemologi mengenai bagaimana jentik nyamuk setelah itu melakukan fogging. 
 
"Jentik hanya bisa dibasmi oleh abate (obat pembunuh jentik Aedes Aegypti), untuk jentik dewasa hanya bisa dibasmi melalui sistem fogging. Melalui upaya ini, kami harap kasus penderita chikungunya bisa diselesaikan secepatnya," ungkap Agus.
 
Agus menuturkan virus chikungunya memiliki dampak yang sama seperti demam berdarah. Sebab berasal dari nyamuk yang sama juga. Melonjaknya kasus chikungunya di Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, dikarenakan perubahan iklim dan lingkungan.
 
"Intinya, setiap tahun bahkan setiap saat virus chikungunya bisa terjadi di Bogor, karena daerah kita beriklim tropis dan Bogor sendiri sering hujan," pungkas Agus. 
 
Terpisah Halimah Tusadiah, 59, warga Desa Pasarean mengatakan mengalami sakit chikungunya sejak Mei 2019 dan sampai sekarang masih kerap merasakan nyeri di persendian tubuh.
 
Menurut Tusadiah, mewabahnya virus chikungunya yang menimpa warga Desa Pasarean belum diketahui pasti penyebabnya. Sejak Mei 2019, ia sudah memeriksa penyakit yang dideritanya ke klinik juga dokter dan hasilnya sampai sekarang belum diketahui dirinya menderita sakit apa. 
 
"Jika sedang kumat, badan di daerah pinggang ke bawah paling sakit dan untuk berjalan susah. Alhamdulillah saat ini kondisi saya sudah membaik, karena dapat obat pereda nyeri dari dokter," pungkas Tusadiah.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif