Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kulon Progo Bambang Tri Budi, menjelaskan tanaman padi yang terancam puso tersebar di Kecamatan Wates, Kecamatan Panjatan, Kecsmatan Sentolo, Kecamatan Kokap, dan Kecamatan Galur.
"Lahan tanaman padi yang terendam banjir paling parah ada di Temon yang mencapai 312 hektare. Total kerugian masih menunggu empat hingga lima hari ke depan," kata Bambang, Senin (20/6/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Selain padi, tanaman kedelai seluas 721 hektare, melon seluas 490 hektare, cabai seluas 30 hektare dan bawang merah seluas 15 hektare, juga terendam banjir.
Untuk Kecamatan Temon luas tanaman padi yang terendam seluas 312 hektare, kedelai 12 hektare, damn melon 16 hektare. Titik yang paling parah terendam air adalah di Temon Barat.
Selanjutnya, di Kecamatan Wates, lahan yang terendam banjir untuk tanaman padi seluas 223 hektare, cabai 10 hektare yang berada di Desa Ngestiharjo, Giripeni, Triharjo. Kecamatan Panjatan seluas 265 hektare, kedelai 80 hektare, melon 70 hektare, dan cabai 35 hektare.
di Kecamatan Gakur tanaman padi yang terendam seluas 87 hektare, kedelai 387 hektare, dan melon 350 hektare. Kemudian, Kecamatan Lendah luasan tanaman padi yang terendam 69 hektare, kedelai 240 hektare, cabai 30 hektare, bawang merah 20 hektare, dan melon ratusan hektare. Kecamatan Pengasih lahan yang terendam banjir seluas 70 hektare dan Kokap 15 hektare.
"Kondisi tanaman padi yang paling parah di Wates, Temon dan Panjatan. Rata-rata di tiga kecamatan ini, tanaman padi sedang ngapak atau penyerbukan. Kalau penyerbukan tergenang air, maka tidak jadi," kata Bambang.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo sedih dengan tergenanganya ribuan hektare tanaman padi, hortikultura, bawang dan cabai. Hal ini dikarenakan pemkab sedang berupaya meningkatkan indeks tanaman untuk meningkatkan produksi pangan, khususnya tanamam padi.
Sejauh ini, Kementerian Pertanian membebankan kepada Pemkab Kulon Progo meningkatkan indeks produksi dengan luasan tanaman padi seluas 1.030 hektare. "Apa daya tangan tak sampai. Kami sudah berusaha maksimal, tapi Tuhan berkendak lain," kata Hasto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
