DPRD Jateng Bantah Tolak Tol Bawen
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
Semarang: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah membantah menolak pembangunan Jalan Tol Bawen, Semarang-Yogyakarta. Provinsi Jawa Tengah dinilai membutuhkan pembangunan infrastruktur jalan yang terhubung dengan Yogyakarta.

"Kita masih butuh jalan tol untuk pertumbuhan ekonomi maupun kecepatan lalu lintas kita. Kita tidak bisa memungkiri," kata Ketua DPRD Jawa Tengah Rukma Setyabudi, Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 30 Oktober 2018.

Menurut Rukma, pembangunan jalan tol di Jateng masih kalah jauh ketimbang dua provinsi tetangga, Jawa Barat dan Jawa Timur. Pembanguan tol di kedua provinsi tersebut sangat masif.


"Sementara kita punya peluang Jateng akan dibangunkan tol oleh pusat," ujar Rukma.

Tol membawa dampak positif seperti menekan ongkos distribusi, waktu, mempercepat jarak, dan membangkitkan pertumbuhan ekonomi.

Baca: DPRD Jateng Tolak Proyek Strategis Tol Bawen-Yogyakarta

Rukma pun berujar pembangunan jalan tol Bawen-Semarang-Yogyakarta bisa tidak melewati area lahan subur pertanian. Lagi pula, pembangunan jalan tol juga tidak melintasi area gempa Gunung Merapi.

"Kalau ada beberapa daerah melewati lahan pertanian subur bisa dialihkan. Kalau dikategorikan bahaya gempa Gunung Merapi, Bawen Yogyakarta tidak dak mendekati Merapi," ungkap Rukma.

Tol Semarang-Yogyakarta Dibangun Awal 2019

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan pembangunan Jalan Tol Bawen-Semarang-Yogyakarta mulai dibangun pada Januari 2019.

"DIY sudah setuju, soal jalurnya nanti ke mana, ya luwes saja. Kalau ada kendala seperti lahan subur atau ada kendala soal gempa nanti kan bisa digeser," ungkap Ganjar di kesempatan terpisah.

Dalam upaya pengelolaan Jalan Tol Bawen Semarang-Yogyakarta, Ganjar mewacanakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat bisa turut memiliki saham. Dengan demikian desa yang dilintasi jalan tol itu bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

"Saya usulkan boleh tidak kalau ownership sistemnya digeser agar rakyat atau BUMDes bisa memiliki saham atas tol," terang Ganjar.

Baca: Jokowi: Tol Trans-Jawa Jateng Terhubung Desember 2018

Ganjar memastikan jalan tol Bawen-Semarang-Yogyakarta tidak akan mematikan ekonomi Kabupaten atau Kota yang dilalui. Sejumlah keluhan yang masuk, kata Ganjar, soal kehawatiran usaha kecil dan menengah (UKM) di berbagai daerah gulung tikar.

Ganjar berujar sudah mempertimbangkan penambahan pembangunan tol keluar di sejumlah daerah dan penempatan 30 persen produk UKM di rest area.

"Hebatnya lagi, Jateng mendapat satu rest area, meski perjuangan ngos-ngosan. Jadi nanti itu dapat dikelola untuk menampung produk-produk UKM yang ada di Jawa Tengah," pungkasnya.



 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id