Ganjar: Ki Enthus Sosok Humoris, Berani, dan Transparan

Budi Arista Romadhoni 15 Mei 2018 13:27 WIB
obituari
Ganjar: Ki Enthus Sosok Humoris, Berani, dan Transparan
Calon nomor satu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Antara/R Rekotomo
Semarang: Gubernur Jawa Tengah nonaktif Ganjar Pranowo merasa kehilangan saat mendapat kabar Bupati Tegal Non Aktif Enthus Soesmono wafat. Dia merasa ditinggalkan sosok pemimpin nan unik.

Ganjar menceritakan, pengalamannya yang tak terlupakan mengenang sosok almarhum Bupati petahana Tegal. Bahkan Ganjar 'menobatkan' Enthus merupakan sosok kepala daerah yang paling unik di Jawa Tengah.

"Pak Enthus itu sahabat saya, dia orangnya berani dan cenderung ceplas ceplos, tapi maksud hatinya baik. Saya merasa kehilangan dan mendoakan semoga pak Enthus khusnul khotimah," kata Ganjar, di Semarang, Selasa, 15 Mei 2018. 


Baca: Bupati Tegal Tutup Usia

Dia mengenang betul pengalaman yang tak terlupakan saat bersama bupati dan dalang kondang tersebut. Sebagai seorang kepala daerah baru yang punya latar belakang seniman, Enthus tak ragu dalam dalam berpendapat.

"Dulu waktu saya rapat pertama, diintrupsi sama beliau, beliau nyerocos banyak sekali, sehingga semua ditembaki satu persatu. Tapi setelah itu kami jadi dekat. Apa maunya? Ternyata cara dia menyampaikan memang gaya Enthus betul, gaya seorang dalang, seniman yang bicara saat rapat itu seperti sedang ndalang, " ujarnya.  

Dari sana, Ganjar mulai mengenal sosok Enthus. Ia menilai sosok Enthus Soesmono selalu transparan, berani dan tidak ragu dalam menyampaikan apa saja kepada siapapun juga.

"Ini unik dari seluruh kepala daerah di Jawa Tengah. Dia berani dan saya suka. Dia kritik kejaksaan, dia kritik kepolisian, bahkan waktu dengan KPK dia paling banyak cerita. Waktu latihan KPK dia dapat rangking di atas, integritasnya diuji disitu dan relatif baik, " ucapnya.


Bupati Tegal Ki Enthus Susmono (kiri) bersama Ki Manteb Sudarsono, saat mementaskan wayang kulit lakon Raja Mala. MI/Angga Yuniar

Ganjar pun menilai apa yang dikerjakan Enthus saat memimpin Kabupaten Tegal relatif cukup baik. Di mana komunikasi rutin selalu dibangun bersama gubernur. Enthus juga tak ragu untuk bertanya mengenai masalah dan kendala yang dihadapi saat memimpin Tegal.

"Berkeseniannya enggak pernah lepas, bercandanya juga enggak pernah lepas, orangnya cukup serius, meskipun dari seniman menjadi politisi dan bupati. Tapi dia mencoba untuk selalu belajar dan tidak meninggalkan akarnya (sebagai seniman)," tuturnya.

Enthus Soesmono meninggal dunia di usia 52 tahun akibat sakit jantung pada Senin malam, 14 Mei 2018. Bupati yang masih aktif mendalang itu meninggal saat dirinya kembali mencalonkan sebagai bupati untuk periode kedua bersama wakilnya Umi Azizah. Keduanya diusung oleh satu partai yakni PKB. Jenazah dimakamkan di kampung halamannya hari ini.



(SUR)