Prosesi siraman calon pengantin putra Kanjeng Gusti Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam (PA) X, Bendara Pangeran Haryo (BPH) Kusumo Bimantoro. Istimewa/Pura Pakualaman
Prosesi siraman calon pengantin putra Kanjeng Gusti Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam (PA) X, Bendara Pangeran Haryo (BPH) Kusumo Bimantoro. Istimewa/Pura Pakualaman (Ahmad Mustaqim)

Siraman di Pura Pakualaman Dilakukan Saudara Kerajaan Mataram

keraton yogyakarta
Ahmad Mustaqim • 04 Januari 2019 17:27
Yogyakarta: Calon pengantin putra Kanjeng Gusti Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam (PA) X, Bendara Pangeran Haryo (BPH) Kusumo Bimantoro dengan calon pengantin putri dr. Maya Lakshita Noorya menjalani siraman pada Jumat, 4 Januari 2019. Prosesi siraman di kompleks Pura Pakualaman ini diikuti saudara dari Kerajaan Mataram.
 
Salah satu panitia Dhaup Ageng sekaligus abdi dalem Pura Pakualaman, Nyi Mas Tumenggung Sestrorukmi mengatakan, siraman calon pengantin putri dilakukan di Ndalem Kepatihan Pakualaman. Prosesi siraman diawali dengan sungkeman kepada kedua orang tua beserta eyang.
 
Sementara siraman calon pengantin putri dilakukan Mandyo Priyo (ayah), dan ibu Mandyo Priyo. Selain itu, juga dilakukan istri Paku Alam X, Kanjeng Gusti Bendoro Raden Ayu Adipati (KGBRAyA) Paku Alam; eyang putri  pengantin putri; Bendoro Raden Ayu (BRAy) Prabukusumo (kerabat Keraton Yogyakarta); BRAy Indrokusumo (kerabat Pura Pakualaman); KRAy Widyanti Puspitaningsih; Sudiyati; dan Hj. Widyaningsih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setelah selesai siraman, calon pengantin putri masuk ke dalam kamar. Ada lima baki perlengkapan untuk siraman pihak (calon) pengantin putri," ujarnya.
 
Sementara, siraman calon pengantri pria juga dijalani dengan prosesi hampir serupa. Meskipun, ada sejumlah susunan yang berbeda. Namun, seluruh air yang dipakai siraman berasal dari satu sumber, yakni sumur di kompleks Pura Pakualaman.
 
Seorang panitia, MW Widyohandoyo menjelaskan siraman calon pengantin putra diawali GKBRAyA Paku Alam, dan dilanjutkan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas (istri Raja Keraton Yogyakarta); Raden Ayu Harnadi (eyang calon pengantin putra); Gusti Ayu Bendoro Raden Ayu Martani (sesepuh pura, putra PA VII), Bendoro Raden Ayu (BRAy) Retno Rukmini (Keraton Yogyakarta), BRAy Puger (Keraton Yogyakarta).
 
Baca: Hidangan Raja Bakal Jamu Tamu Dhaup Ageng
 
Selain itu, siraman juga dilakukan dua orang dari Keraton Kasunanan Surakarta, GKR Galuh Kencono dan GRAy Pandansari. Sementara, siraman terakhir dilakukan istri Arifin Panigoro. Prosesi siraman calon pengantin pria dilakukan di Parangkarsa Pura Pakualaman.
 
"Siraman ditutup dengan muloni, atau istilahnya bersuci. Dalam istilah Islam seperti berwudlu. Calon pengantin pria dipakaikan kain grompol, yang memiliki makna supaya guyub rukun setelah menjadi suami istri," kata dia.
 
Ia menambahkan, para calon pengantin akan dipertemukan dalam prosesi akad nikah pada Sabtu, 5 Januari 2019. Usai akad nikah, akan dilanjutkan dengan prosesi panggih atau prosesi mempertemukan pengantin pria dan perempuan.
 
"Nanti malam akan dilakukan prosesi midodareni. Rias (pengantin) akan mulai dilakukan pada malam midodareni. Di pihak calon pengantin putri akan ada tantingan, atau penegasan kesiapan untuk menikah, dari kedua orang tua," ungkapnya.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi