Petugas melakukan fogging, MI - Barry Fathahilah
Petugas melakukan fogging, MI - Barry Fathahilah (Rhobi Shani)

Jepara Selektif Lakukan Fogging

demam berdarah
Rhobi Shani • 24 Januari 2019 09:46
Jepara: Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menerapkan pengasapan atau fogging secara selektif mulai 2017. Sebab, fogging bukan cara utama untuk menghindarkan nyamuk aedes aegepty penyebar virus demam berdarah (DBD).
 
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Fakhrudin, mengatakan fogging membutuhkan obat Malathion. Tapi obat itu tak lagi mampu membunuh membunuh nyamuk aedes aegepty di wilayah pegunungan Muria, termasuk Jepara.
 
“Makanya mulai 2017 sudah tidak menggunakan itu (Malathion) tapi di daerah lain masih menggunakan. Kami menggunakan obat khusus yang hanya disediakan Dinas Kesehatan Provinsi,” ujar Fakhrudin, Kamis, 24 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bila Malathion digunakan, nyamuk semakin kebal. Kondisi itu sulit dikendalikan. Sehingga, penularan DBD jadi sulit ditanggulangi.
 
Fogging pun, ujar Fakhrudin, diberlakukan secara selektif. Bila ditemukan hanya satu kasus, fogging belum dapat dilakukan.
 
"Sebab, bisa jadi itu bukan tanda endemik nyamuk di wilayah itu. Kami akan memantau radius 100 meter. Bila ditemukan kasus lain, baru dilakukan fogging," ungkap Fakhrudin.
 
Baca: Dua Orang di Jepara Meninggal akibat DBD
 
Pada awal tahun ini, tercatat ada 48 kasus DBD di Bumi Kartini. Dua orang diantaranya meninggal dunia. Yaitu satu warga Tahunan dan satu warga Nalumsari. Kasus DBD ditemukan merata di semua kecamatan. Paling banyak di Kecamatan Donorojo, yaitu tercatat 14 kasus. 
 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif