Makam Sunan Amangkurat I di Tegal, Jawa Tengah. Istimewa
Makam Sunan Amangkurat I di Tegal, Jawa Tengah. Istimewa (Kuntoro Tayubi)

Kisah Brebes dan Bupati Pertamanya

sejarah kirab budaya
Kuntoro Tayubi • 19 Januari 2019 11:11
Brebes: Brebes merayakan hari jadinya yang ke-341 tepat 18 Januari. Brebes menjadi daerah   otonom sebagai wilayah kabupaten pada 1678. 
 
Sejarawan Wijanarto menyebut ada beberapa tokoh yang tak bisa lepas dari sejarah berdirinya Kabupaten Brebes. Di antaranya Sunan Amangkurat I, Amangkurat II, Pangeran Trunojojo, Adipati Tegal (Aryo Martoloyo), Adipati Jepara (Arya Martapura). Tak terlepas sosok Arya Suralaya sebagai orang pertama yang memimpin Brebes.
 
Pada masa Kerajaan Mataram Yogya, Sri Susuhunan Amangkurat Agung yang dikenal dengan sebutan Amangkurat I, adalah putra ke 10 Sultan Agung dari istri keduanya (Ratu Kulon dari Cirebon).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Selama masa pemerintahannya Amangkurat I banyak didera pemberontakan-pemberontakan, hal tersebut tak lepas dari banyaknya perilaku buruk Amangkurat I,” kata Wijanarto, yang juga Kabid Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes  saat peryaan kirab budaya, Jumat, 18 Januari 2019.
 
Putra Amangkurat I, Mas Rahmat (Amangkurat II), memberontak pada 1661. Amangkurat I mencoba membunuh Mas Rahmat (Amangkurat II) pada 1663, tapi gagal.
 
Mas Rahmat bersekutu dengan Pangeran Trunojoyo dari Madura pada 1670, dan semakin gencar melakukan pemberontakan terhadap ayahnya.  Persekutuan Mas Rahmat dan Trunajaya hanya berlangsung beberapa tahun sebelum muncul perselisihan. Mas Rahmat berbalik membantu Amangkurat I dan mendapat pengampunan dari ayahnya tersebut.
 
Baca: Brebes Rayakan HUT ke-341
 
Pada 1677 Raden Trunajaya yang dibantu Karaeng Galesong, prajurit pasukan Sultan Hasanudin Makassar, semakin kuat. Mereka merebut istana kerajaan Mataram serta memaksa Amangkurat I dan Mas Rahmat melarikan diri ke arah wilayah Banyumas.
 
Amangkurat I meninggal dunia di Banyumas pada 1677. Sebelum meninggal ia minta dikuburkan di wilayah Tegal. Adipati Tegal Arya Martoloyo menerima dengan baik keberadaan Mas Rahmat. Mas Rahmat diangkat menjadi Raja Mataram dengan gelar Amangkurat II.
 
Amangkurat II dengan kekuasaan yang lemah meminta bantuan VOC Belanda untuk menumpas perlawanan Trunajaya. Persekutuan dengan VOC Belanda ini menghasilkan perjanjian bahwa wilayah pesisir utara jawa milik Kerajaan Mataram digadaikan pada VOC sebagai imbalan atas biaya yang dikeluarkan VOC dalam menumpas pasukan Trunajaya.
 
“Dengan bantuan VOC, perlawanan Trunajaya menjadi lemah dan nantinya  pada Tahun 1680. Trunajaya dibunuh oleh tangan Amangkurat II sendiri.  Pada masa pemerintahan Amangkurat II,  Wilayah Brebes masuk dalam Wilayah Tegal  dan Adipati Tegal (Arya Martoloyo) juga ditunjuk sebagai De Gouvernour Van Brebes,” ungkapnya.
 
Kisah Brebes dan Bupati Pertamanya
Sanggar Seni Bawang Merah menampilkan tarian sintren dalam kirab budaya hari jadi Brebes ke-341, di Brebes, Jawa Tengah, 18 Januari 2019. Medcom.id/Kuntoro Tayubi

 
Pada tanggal 17 Januari 1678, di Jepara diadakan pertemuan adipati-adipati Kerajaan Mataram se Jawa Tengah, membahas tentang perjanjian antara Amangkurat II dengan VOC yang memberikan tanah milik kerajaan Mataram untuk VOC sebagai ganti biaya perang melawan pasukan Trunojoyo.
 
Pada Pertemuan itu, terjadi perselisihan antara Adipati Tegal ( Arya Martoloyo) dengan Adipati Jepara (Arya Martapura) yang mengakibatkan terbunuhnya Adipati Tegal tersebut.
 
Pada Tanggal 18 Januari 1678, Amangkurat II mengangkat adik Arya Martoloyo, yaitu Tumenggung Arya Suralaya, sebagai Adipati di wilayah Brebes pada pertemuan di Jepara tersebut. Brebes menjadi wilayah tersendiri terpisah dari Tegal.
 
“Maka sejak saat itulah, yaitu tanggal 18 Januari 1678 wilayah Brebes dinyatakan sebagai “Regentscahp” dan dinyatakan sebagai Hari Jadi Kabupaten Brebes,” pungkas Wijanarto.
 
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif