Ilustrasi kekerasan, Medcom.id - M Rizal
Ilustrasi kekerasan, Medcom.id - M Rizal (Budi Arista Romadhoni)

Cerita Orangtua Korban Kekerasan di SMA

kekerasan
Budi Arista Romadhoni • 02 Maret 2018 16:17
Semarang: Keputusan sekolah mengeluarkan dua siswa SMAN 1 Semarang, Jawa Tengah, mengungkap kisah lama. Utari mengenang kembali masa-masa putranya saat masih menjadi siswa SMAN 1 Semarang.
 
Peristiwa pemecatan dua siswa itu juga diketahui Utari. Dua siswa dianggap melakukan tindak kekerasan pada junior mereka di OSIS. 
 
Baca: Dua Siswa SMA Dikeluarkan, Disdik Jateng Sebut Sesuai Prosedur

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sang putra bernama Bintang Pramudya, 16. Bintang meninggal pada Minggu, 7 Januari 2018, di Kolam Jati Diri Semarang. Bintang berada di lokasi itu lantaran dapat tugas dari seniornya di OSIS untuk melatih adrenalin.
 
Waktu itu, kata Utari, anaknya meninggal setelah terjun dari ketinggian tujuh meter. Bintang lalu melompat ke kolam dengan kedalaman lima meter.
 
"Saya pengin tahu mengapa anak saya berani lompat. Anak saya bukan tipe pemberani. Saat berekreasi dengan keluarga pun dia tidak berani main di wahana permainan," kata Utari saat ditemui Medcom.id dalam keterangan persnya di SMAN 1 Semarang, Jumat, 2 Maret 2018.
 
Lantaran itu, Utari menduga anaknya menjadi bulan-bulanan senior. Pernah, katanya, ia menemukan rok hitam dan rok putih di jok sepeda motor anaknya. Ia juga menemukan kertas dengan tulisan: Kedalaman 5 meter dan ketinggian 7 meter.
 
Utari mengatakan kekerasan di sekolah menakutkan. Ia meminta pihak sekolah dan dinas pendidikan mengawasi kegiatan siswa. Agar, kekerasan yang terjadi pada putranya tak dialami siswa lain.
 
Beberapa hari lalu, SMAN 1 Semarang mengeluarkan dua siswanya yang masih duduk di bangku kelas XII. AF dan AN dituduh melakukan kekerasan pada junior dalam kegiatan latihan dasar kepemimpinan (LDK) OSIS. 
 
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Gatot Bambang Hastowo mengatakan tindakan sekolah sesuai prosedur. Sekolah melaporkan terjadi pemukulan dalam LDK.
 
Menurut Kepala SMAN 1 Semarang Endang Suyatmi, kegiatan yang diikuti Bintang tersebut tidak resmi. Sebab, sekolah tak menerima proposal atau pengajuan izin kegiatan.
 
"AF dan AN tak terlibat dalam kegiatan tersebut," kata Endang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif